R 317 Y ZONE

Entries categorized as ‘Rak Cethooo’

Slgohimo, Eksotis Namun Mistis

Juni 21, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Praktikum Sosiologi Pertanian dari Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta tahun 2009, dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2009 dan bertempat di Kecamatan Slogohimo, Wonogiri. Sebuah Kabupaten yang terletak di eks karesidenan Surakarta ini mempunyai misteri tersendiri yang, wow, eksotis… Perjalanan dimulai dari kampus tercinta pukul 7.30 WIB naik bus Langsung Jaya. Hanya dengan 2 jam perjalanan, kami telah melewati lintasan yang beragam, mulai dari jalan lurus, tikungan di mana-mana, muter-muter, naik turun. Yah, maklum, lokasi yang akan kami tuju termasuk di daerah dataran tinggi dan medan yang cukup sulit. Setelah nyampe Kantor Kecamatan, 200an praktikan diterima dengan baik melalui upacara penyambutan oleh pak Camat. Usai penyambutan, kami dilepas di 17 desa di Kecamatan tersebut. Pembagiannya adalah, 1 desa ada 3 kelompok praktikan, 1 kelompok terdiri dari 5-6 orang. Kelompokku kebagian tempat Desa Soco yang letaknya nggak begitu jauh dari kantor kecamatan. Kami diantar dengan sebuah mobil yang disewa khusus untuk mengantar praktikan ke desa yang bersangkutan. Nah, berhubung 1 desa ada 3 kelompok praktikan, maka atas kebijakan Sekdes Soco, kami ditempatkan di 3 dusun berbeda. Kelompokku yang terdiri dari aku, Anggun, Rani, Kiki, Mukhlas, sama Agus diturunkan di dusun Nusupan. Sesampai di sana, kami disambut oleh pak Kadus dan istrinya yang keduanya masih muda. Kami dipersilahkan masuk, duduk dan istirahat sejenak. Pak Kadus bilang “Maap ya Mas, Mbak, nanti nginepnya nggak di sini karena rumah ini sempit. Nanti saya bersihkan dulu rumah saya. Itu rumah baru, masih kosong, belum ada apa-apanya. Tapi dulu pernah ditempati.” Wuah, tinggal di rumah kosong? Ih, wow.. Tapi aku nyoba positif thinking. Malam harinya, setelah tu rumah selesai dibersihin, kami ber-6 langsung diboyong ke situ. Kami cuma diberi kunci rumah saja. Begitu masuk tu rumah, kami langsung berkeliling. Bentuk rumah itu sih udah modern, atap juga bukan eternit lagi, tapi dari cor-coran semen. Dari luar, rumah itu penuh dengan pintu dan jendela yang kacanya tembus dari luar, jadi jika kita melakukan aktivitas apapun di dalam rumah, bisa langsung kelihatan dari luar. Rumah itu terletak di pinggir jalan utama yang menghubungkan antara desa satu dengan desa lainnya. Bagian dalam rumah itu hanya ada 1 ruang utama yang langsung kelihatan dari luar tadi. Agak masuk, ada tangga bawah tanah, jika lurus lalu belok kiri adalah kamar tidur utama. Ruang ini agak besar, dan begitu aku masuk ke situ langsung kerasa hawa nggak enak menyergap. Dan rupanya bukan cuma aku yang ngerasa demikian. Langsung kutepis pikiran-pikiran aneh yang melayang-layang. Kami naik lagi lalu turun lagi ke tangga di seberangnya. Di situ juga ada kamar, tapi nggak begitu besar. Di samping kamar ada dapur dan kamar mandi. Di samping dapur, adalah gudang. Mukhlas mencoba membuka pintu gudang, dan Whuss, hawa nggak enak menyapaku lagi. Tubuhku hilang keseimbangan sesaat. Dalam gudang itu ada tubuh reog, tapi udah nggak ada kepalanya. Tiba-tiba Kiki menjerit dari dalam kamar utama. Kami langsung bergegas menuju ke sana. “Kenapa Ki?” Tanya Agus. “Aku nggak mau tidur di sini, aku takut…” “Kenapa?” Tanyaku lagi. “Itu ada lubang” Jawabnya sambil menunjuk pojok kamar. Aku berjalan ke arah yang ditunjukkan Kiki. Tubuhku agak limbung lagi, namun masih bisa kutahan. Lubang itu berbentuk persegi dan tingginya seperutku. Bagian dalamnya seperti lorong yang berada di bawah tangga dan mengubungkan tangga satu dengan yang lain, namun pada bagian ujungnya juga tertutup, jadi hanya satu arah saja. Aku memperhatikan sekilas lubang itu terbuat dengan plesteran yang rapi seperti sudah direncanakan sebelumnya. Di sekitar lubang itu ada bercak-bercak noda, namun entah noda apa itu aku belum tau. Karena hawa rumah itu tidak bersahabat, dan kayaknya nggak cuma aku aja yang ngrasain hawa-hawa mrinding itu, maka si Agus berinisiatif ngajak doa bersama agar kami dilindungi oleh Allah. Tapi karena uda terlanjur serem, yah kamar itu nggak ada yang nempatin. Kasur yang ada di kamar itu dipindah ke kamar satunya buat tidur cewek-cewek. Sementara cowoknya tidur di ruang utama. Malam pertama nggak ada apa-apa. Esoknya, kami mulai berangkat mencari responden dari rumah ke rumah. Aku bergerak bersama Anggun. Sampai di salah satu rumah responden, kami ditanya “Kalian tidur di mana?” “Di rumah pak Kadus.” Jawabku. “Rumah pak Kadus? Emang muat?” Tanya bapaknya. “Oh, bukan pak, yang rumah kosong itu..” Jawab Anggun. Bapak itu terlihat kaget. “Kalian berani tinggal di situ? Dulu saya pernah tinggal di situ, tapi hanya semalem, soalnya saya nggak betah. Rumah itu serem lho dek.. Pak Kadus itu kan dulu pemain reog.” Bapak itu memperingatkan. Aku sama Anggun cuma tersenyum nggak jelas. Setelah kami rasa wawancara cukup, kami minta diri, pamitan. Malam harinya, kami tidur dengan posisi yang sama kaya kemaren malam. Cuma malam ini pada nggak bisa tidur. Bukan gara-gara cerita respondenku tadi siang, tapi gara-gara denger ngoroknya temenku. Kami cekikikan nggak jelas. Aku ngrasa udah ngantuk lalu aku tidur. Esok harinya, kami jalan-jalan menikmati hari teakhir di situ denganjalan-jalan ke sawah tersering. Subhanallah, indah banget, seger banget. Uh, tapi sayang, pas aku jalan, aku kepleset jatuh ke sawah. Hugz.. Puas jalan-jalan, kami pulang ke rumah itu, siap-siap, trus pamitan sama Pak Kadus, foto-foto, dan usailah praktikum yang melelahkan. Sampai di kantor Kecamatan, kami sempet kumpul bentar buat evaluasi. Di situ, Anggun baru ngaku kalo dia semalem “Liat”. Nggak taunya, si Agus juga melihat hal yang sama. “Dia” jalan dari arah gudang ke kamar utama dengan wujud bayangan putih cewek berambut panjang. Oh, apa boleh dikata, tempat itu emang eksotis namun menyimpan sejuta misteri.

Kategori: Rak Cethooo

Bete

Maret 24, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Masak mo ngupload tulisan nggak bisa?

Uuuugh…

Kategori: Rak Cethooo

WARIS ELECTRONICS

Maret 10, 2009 · & Komentar

klik3181

klik3281

PROFIL

Alamat: Timur Terminal Babadan, Teloyo, Wonosari, Klaten

Ph Numb: (0271)624083, 085 647 113 831

Pemilik: Sis Rahmanto

SEJARAH SINGKAT

Toko ini didirikan sekitar tahun 1990an dan kala itu bertempat di daerah Daleman, Baki, Sukoharjo dengan mengontrak sebuah kios. Dahulunya, Pak Sis, yang ditemani istrinya mendirikan toko ini dengan modal seadanya dan bantuan dari kakek-nenek. Seiring berjalannya waktu dan atas kegigihan serta jerih payah dari suami-istri ini, toko mereka kini telah sukses meskipun belum bisa mendirikan kantor cabang. Alhamdulillah dengan rezeki dari Allah yang tiada pernah berhenti, kerja keras mereka berbuah hasil. Dari yang dahulu masih ngontrak kios dan nebeng hidup di rumah orangtua, kini telah berhasil membangun sebuah ruko yang saat ini ditempati. Dari yang dahulu hanya dengan Yamaha Alpha, sekarang sudah naek yang setir bunder. Bahkan, anaknya yang pertama sudah berhasil menjadi Sarjana Ekonomi, sementara anak keduanya sedang menempuh S1 di sebuah Perguruan Tinggi yang cukup ternama di Indonesia. Semua itu bisa dicapai dari jerih payah yang tiada henti dan adanya kemauan untuk hidup layak serta diakui oleh berbagai pihak. Dan hebatnya, toko ini dikelola sendiri tanpa bantuan karyawan. Horeee…

APA AJA SIH YANG DIJUAL?

Woooh, macem-macem. Mulai dari onderdil yang paling sepele dari barang-barang elektronika, kabel-kabel, speaker, kulkas, mesin cuci, televisi, DVD, dan masih banyak lagi.

HARGANYA??

Wooo, jangan salah… Walaupun letaknya di pinggiran peradaban, namun harganya miring kok.. Bahkan untuk penjualan barang yang harganya di atas Rp 100.000, bisa kredit lho… Tak ayal, konsumen maupun pelanggan tetap toko ini berasal dari berbagai daerah di Soloraya.

TRUS KALO MO KE SANA LEWAT MANA?

Kalo dari arah Solo, lewatnya Solo Baru aja… Tau pom bansin Pasti Pas di pertigaan Baki? Itu lurus aja arah ke Klaten, sampe lewat 2 jembatan. Jembatan yang kedua ada Pos Polisinya. Setelah sampe situ, pelan-pelan aja deh, liat kiri jalan, cari toko yang cat gerbangnya warna ijo. Tapi kalo dari arah Klaten kota maupun daerah Kartasura, lewat Pakis aja. Tau pertigaan Pakis? Itu lho, yang ada patung Pak Polisi berdiri dengan gagahnya? Itu lurus aja lewat sebelah patungnya, trus luruuus aja nurut jalan sampe ada terminal di kanan jalan, kalo udah, pelan-pelan aja, liat kanan jalan, cari toko yang cat gerbangnya warna ijo. Tertarik??? Selamat Mencoba.. Oiya, tambahan, yang nglayani ramah-ramah lho…

Kategori: Rak Cethooo

Demam Facebook

Februari 18, 2009 · 1 Komentar

Berhubung sekarang friendster sudah banyak yang make, jadi sering lemot jugak, hufh, menyebalkan.. Tapi, masih ada alternatif lain kok… Sebut saja Facebook. Sebenarnya ini udah lama, namun entah kenapa, baru booming sekarang… Malahan, ada lho, caleg yang kampanye lewat facebook ini…

hmmmm, berminat tapi belum punya? langsung aja klik ke sini. Naaah, kalo udah, add reny ya: renyfa_888@yahoo.com

gratiz koq… ^^

Kategori: Rak Cethooo

Musim Gugur di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret

November 17, 2008 · & Komentar

Hummmm, indahnyooo…. Bunga-bunga berguguran, persis kayak musim gugur di negara-negara Eropa. Bunga itu berwarna kuning, keecil-kecil, dan berasal dari pohon-pohon Angsana yang banyak ditemui di sekitar kampus. Yang membuat terkesan, bunga itu gugur berjatuhan ke danau.Otomatis danau fakultas pertanian tertutup oleh bunga-bunga itu. Ditambah lagi angin sepoi-sepoi yang membuat bunga Angsana tertiup angin dan berjatuhan di pulau yang terletak di seberang danau.
Pemandangan nan indah, nyaman, dan menyejukkan itu membuatku betah lama-lama nongkrong di pinggir danau. Apalagi ditambah banyaknya pemancing yang berdatangan. Tak sedikit pula yang mengadakan sesi pemotretan di sana. (alah)


rhenz0182 rhenz0192rhenz0202

Kategori: Rak Cethooo

Bensin Rp 1500?

September 22, 2008 · & Komentar

Mungkin aneh kedengerannya. Tapi ini beneran ada lhooo, dan aku sendiri yang ngalamin. Gini ceritanya:

Hari Jum’at tanggal 19 September 2008. Seperti biasa, aku ke kampus dengan vario merahku. Berangkat dari rumah pukul 6.34, saking tergesa-gesanya, aku sampe lupa nggak ngambil uang di tas (hari itu aku ganti tas). Begitu terburu-burunya aku sampe ngebut di jalanan. Beruntunglah aku sampe kampus jam 7.03. Dari parkiran, menuju ruang kuliah di gedung B lantai 3. Aku telat.

Jam 8.40, bu dosen selesai ngajar. Beliau ngasih materi buat difotokopi. Busyet, banyak banget! Temenku yang dapet tugas motokopi ngitung, ditotal biayanya Rp 5.200. Aku ngambil dompet, dan astaga, duitku ketinggalan di tas satunya, aku cuma bawa duit Rp 10.000 doank, ya uda deh, tak bayarin, kalo nggak bayar, aku nggak punya materi buat quist minggu depan. Duitku tinggal Rp 4.500.

Setelah selesai bayar, aku keluar ruangan, niatnya sih mo ke warnet ngirimin tugasnya temenku lewat email, sekalian pulang. Ke warnet habis Rp 3.000. Nggak taunya, bensin motorku tu limit. Kira-kira nyampe rumah nggak ya? Deg-degan banget. Mana aku dah nggak punya uang buat beli 1 liter bensin lagi. Ya Allah, mengenaskan sekali!

Dalam benakku tu udah kebayang, nuntun motor dari Solo Baru sampe rumah, dengan jarak sekitar 7km! Mana puasa-puasa lagi! Pasti panas banget, keringetan, haussss, laperrrr, trus ujung2nya nggak kuat puasa. Hahhh, oh no!

Gimana kalo beli bensin pake uang seadanya? Emang boleh beli bensin pake uang Rp 1.500? Ragu-ragu hatiku. Mau tanya ama pak polisi yang kebetulan mangkal di pos, tapi nggak berani. Ya udah deh, modal nekat ngantri di pom. Aku turun dari motor, ngantri, tapi jok belum aku buka.

Sampe tiba giliranku, aku tanya sama mas yang jaga. “Mas, beli bensin Rp 1.500 buleh nggak?” Masnya jawab “Ouch, buleh dek!” Alhamdulillah, lega banget rasanya. Langsung aku buka jok dan penutup bensin. Lalu aku ngeliat nominal pada mesin. Kuq tertera angka 2500 ya? Apa masnya salah denger? Lalu aku tanya “Mas, kuq Rp 2.500 sih? Aku belinya Rp 1.500 lho!” Masnya jawab sambil senyam-senyu, “Udah, diem aja! Tak tambahin kok. Aku kasian sama adek.” He28x, masnya baik banget ya? Trus aku ngasih duit 3×500 an kuning. “Krincing-krincing” gitu bunyinya. He28x… Setelah ngucapin terima kasih sama masnya, aku pulang dengan selamat sampe rumah.

Gitu deh ceritanya, aku beli bensin seharga Rp 1.500, he28x… Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kejadian mengenaskan plus memalukan ini.

Kategori: Rak Cethooo

Motorku Sayang, Motorku Malang

September 1, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Puasa pertama, kuliah pertama. Pelajaran Agroekosistem, cuma perkenalan doank.. Ahhh, capex, tapi asyik. Masuk pertama, jam7, njemput temen di kos belakang kampus, berangkat bareng, trus misah, cuz beda ruang kuliah..

Jam8.40 selesai, mau pulang, tapi males, nggak ada kegiatan di humz.. Akhirnya ditawarin temen buat mampir ke kos bareng2. Kuiyakan Laaaah…. Nyampe di kosnya, nggak ada orang, nggak taunya masih pada di kampus, hhhh,,, nggak lama kemudian, motorku dipinjem temen buat njemput yang lain. Udah pada dateng, akhirnya diriku tak terlantar di depan pintu kamar. He28x…

Kutunggu lama, motorku tak jua datang. Tau2,, “Reny…, aku jatoooh!!!” Teriak temen yang pinjem motorku (sengaja nggak aku sebutin namanya). Kaget lahhh… Trus aku dateng ke TKP, motorku Hikz, oh motorku… Kulihat tubuhnya yang jadi “lepek” cuz kena debu2 & pasir2, trus spion kanannya, pecah… Body mulusnya kini penuh luka… Acian bener. Trus aku naek di atasnya buat ku bawa ke kos. Aku starter lamaaaaaaa banget, tapi nggak bisa2. Hampir aku putus asa, tapi akhirnya bisa juga. Dengan begini, tambahlah luka motorku.. Udah slebornya bolong gara2 ditabrak mobil, lampu depan juga retak gara2 disrempet orang, sekarang tubuhnya penuh luka. Tapi moga aja, besok habis direparasi bisa bener lagi, amiiiiiin… Oh, motorku… Motor pertamaku dari bapak. Kristalisasi cinta dari orang tua buat aku…

Kategori: Rak Cethooo

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1429H (Surakarta dan Sekitarnya)

Agustus 29, 2008 · & Komentar

NO. TANGGAL HARI IMSAK SHUBUH DHUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA’
1 1-Sep-2008 Senin 4:11 4:21 11:41 14:57 17:37 18:46
2 2-Sep-2008 Selasa 4:10 4:20 11:40 14:56 17:37 18:46
3 3-Sep-2008 Rabu 4:10 4:20 11:40 14:56 17:37 18:46
4 4-Sep-2008 Kamis 4:09 4:19 11:40 14:55 17:37 18:46
5 5-Sep-2008 Jum’at 4:09 4:19 11:39 14:54 17:37 18:46
6 6-Sep-2008 Sabtu 4:08 4:18 11:39 14:54 17:36 18:46
7 7-Sep-2008 Minggu 4:08 4:18 11:39 14:53 17:36 18:45
8 8-Sep-2008 Senin 4:07 4:17 11:38 14:53 17:36 18:45
9 9-Sep-2008 Selasa 4:07 4:17 11:38 14:52 17:36 18:45
10 10-Sep-2008 Rabu 4:06 4:16 11:38 14:51 17:36 18:45
11 11-Sep-2008 Kamis 4:06 4:16 11:37 14:51 17:36 18:45
12 12-Sep-2008 Jum’at 4:05 4:15 11:37 14:50 17:36 18:44
13 13-Sep-2008 Sabtu 4:05 4:15 11:37 14:50 17:35 18:44
14 14-Sep-2008 Minggu 4:04 4:14 11:36 14:49 17:35 18:44
15 15-Sep-2008 Senin 4:04 4:14 11:36 14:48 17:35 18:44
16 16-Sep-2008 Selasa 4:03 4:13 11:35 14:47 17:35 18:44
17 17-Sep-2008 Rabu 4:03 4:13 11:35 14:47 17:35 18:44
18 18-Sep-2008 Kamis 4:02 4:12 11:35 14:46 17:35 18:43
19 19-Sep-2008 Jum’at 4:01 4:11 11:34 14:45 17:34 18:43
20 20-Sep-2008 Sabtu 4:01 4:11 11:34 14:45 17:34 18:43
21 21-Sep-2008 Minggu 4:00 4:10 11:34 14:44 17:34 18:43
22 22-Sep-2008 Senin 4:00 4:10 11:33 14:43 17:34 18:43
23 23-Sep-2008 Selasa 3:59 4:09 11:33 14:42 17:34 18:43
24 24-Sep-2008 Rabu 3:59 4:09 11:33 14:41 17:34 18:43
25 25-Sep-2008 Kamis 3:58 4:08 11:32 14:41 17:34 18:43
26 26-Sep-2008 Jum’at 3:57 4:07 11:32 14:40 17:33 18:42
27 27-Sep-2008 Sabtu 3:57 4:07 11:32 14:39 17:33 18:42
28 28-Sep-2008 Minggu 3:56 4:06 11:31 14:38 17:33 18:42
29 29-Sep-2008 Senin 3:56 4:06 11:31 14:37 17:33 18:42
30 30-Sep-2008 Selasa 3:55 4:05 11:31 14:36 17:33 18:42

Kategori: Rak Cethooo · Uncategorized

Me and My Height

Agustus 13, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Diliat dari judulnya aja udah ketahuan kalo aku ini punya masalah sama tinggi badan. Ternyata aku emang super pendek, Hikz… Bayangin aja tinggi badanku nggak ada 150cm, hhhhhhh, malu juga sih sebenernya ngomong kaya gini.

Mulanya sih, aku nggak begitu mempermasalahkan tinggi badan. Aku juga nggak begitu memperhatikan berapa tinggiku, nggak pernah ngukur. Tapi pas menjelang UAN kemaren, aku mulai mikir, mo kuliah di mana? Trus aku kepikiran buat jadi bidan, selaen asyik, peluang kerjanya juga bagus. Bapak Ibu juga udah setuju banget kalo aku masuk Akbid. Mulailah aku nyari-nyari Akbid. Ternyata, masuk Akbid tuh syaratnya tinggi badan minimal harus 150cm. Setelah diukur, tinggi badanku cuma 147cm! Oh no! Pendek banget sih? Hikz28x…

Sedih campur kecewa pastinya, nggak bisa masuk Akbid. Tapi untungnya, pihak panitia pendaftaran masih bisa ngasih toleransi, asal waktu tes kesehatan, tinggiku bisa naik. Waduh, bisa nggak ya? Deg-deg an banget waktu itu, mana waktunya cuma 1bulan.. Namun kedua ortuku slalu ngasih aku support. Aku disuruh olah raga. Dan berbagai macam olah raga aku lakuin, mulai dari nggelantung kaya monyet, skipping rope, sampe menggeliat pun aku jalani. Tujuannya supaya tinggiku bisa naik tentunya. Tapi aku nggak nyoba renang, cuz kolam renangnya jauh dari humz.

Aku emang sengaja nggak minum susu peninggi badan, cuz aku takut efeknya bukan nambah tinggi tapi malah bikin aku tambah ‘nyempluk’! Gawat dunk kalo keliatan pipiku yang nambah gedhe?

Hari penentuan

1 bulan setelah aku berupaya meninggikan badan, aku ditantang lagi buat tes kesehatan. Dengan dianter bapak, aku dateng ke kampus. Jam 8, aku nyampe kampus. Udah banyak calon mahasiswi yang dateng. Busyet, mereka tinggi-tinggi banget. Aku jadi minder. Aku gabung sama temen dari SMA1 Kartasura, Ayu namanya. Kami ngobrol ngalor ngidul, trus ada lagi temen dari MAN2 Sukoharjo, Dyah namanya. Waduh, aku doank yang tingginya kurang, batinku.

Ah, pede wae… Aku nggak bilang dulu sama mereka kalo tinggiku kurang. Nggak lama kemudian, dateng lagi, namanya Ise, dari SMA mana, aku lupa. Dia lumayan tinggi juga, bikin aku tambah minder.

Session pertama adalah pengukuran tinggi badan dan berat badan. Sekujur tubuhku dingin, keringat dingin mulai keluar. Jantungku berdebar-debar. Sambil menanti giliran, aku ngobrol sama temen-temen baruku. Ise bilang “Ren, kamu tu dah lulus SMA to? Tak kirain masih SMP…” Sialan!, batinku. Teman-teman ketawa ngakak, aku cuma tersenyum kecut. “Iya ya, habis nggak keliatan kalo dah mo jadi mahasiswi sih… Wajahnya masih imut banget. Kayak keponakanku yang masih TK.” Ayu nambah. Rasanya kaya dipanah, jleb-jleb-jleb gitu, huaduhhh!!! Apa aku keliatan pendek banget to? Hikz28x…

Tiba giliranku. Aku menghadap panitia. Aku lepas sepatu, dan berdiri di tempat pengukuran. Meteran mulai ditarik ke bawah, nyentuh ubun-ubunku. Aku memejamkan mata. “148!” Kata petugas. Uapaaaaa??? Cuma naek 1cm?? Hikz, tetep aja nggak ada 150cm. Walopun aku juga ikut di session berikutnya, tapi aku tetep aja nggak bisa masuk. Nggak bisa jadi bidan. Hikz28x… Kukubur dalam-dalam impianku…

Kategori: Rak Cethooo

14 Juni 2008

Juni 17, 2008 · & Komentar

Hari penentuan kelulusan kemaren nggak begitu mendebarkan. Cuz, 1 hari sebelum hari-H, aku dapet SMS dari temen, yg ngabarin kalo skul ku lulus 100%. Wuahh, nggak kebayang, gimana rasanya hari itu. Akhirnyaah, perjuanganku selama 3th di SMA membuahkan hasil. Aku lulus! Alhamdulillah…

Makasih banyak buat ortuku yg slama ini slalu ngasih support. Trus buat temen2 yg udah dgn suka rela bantu aku pas aku susah.

Aku bukan anak SMA lagi. Seneng campur sedih rasanya. Hikz… Pisah ama temen2 yg udah terlanjur akrab, deket, bahkan udah kayak kluarga sendiri. Tapi ini baru awal. Awal dari kesuksesan.

Berjuang! Fight! Semangat!

Kategori: Rak Cethooo