R 317 Y ZONE

Entries categorized as ‘Uncategorized’

Sailormoon

September 14, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

“Dengan kekuatan bulan, akan menghukummu…”
Masih ingat jelas tu jargon dari Usagi alias Sailormoon ketika ngelawan musuh-musuhnya…
Sekarang, nggak tau kenapa, tergila-gila lagi sama tu film… Hm, sampe sekarang pun aku masih seneng kalo liat tu gambar. Rasanya kayak diseret ke masa 10 tahun lalu, pas sailormoon masih ditayangin di TV. Beneran deh, uhuy banget tuh film, apalagi Serenity queen-nya. Aduh, cantik banget… Huhuhu, jd pengen nonton lagi…

Kategori: Uncategorized

And the Winner Is…

April 7, 2009 · 1 Komentar

Tadi pagi, berangkat kuliah penuh semangat sambil nenteng adikku. Saking semangatnya, sampe lupa kalo si Tisya masih nempel di kosan Nenek (Anggun). Yah, lalu aku jemput ke kosan deh.
Jam7.30 ada ujian Penyuluhan dan Komunikasi. Dengan penuh semangat aku ngerjain sampe selese. Jam berikutnya kuliah statistika. Perutku mulai bereaksi tuh, laper. Mana kuliahnya ngerjain soal? Huh, laper kuadrat dah..
Selesei kuliah, aku sama Tisya memutuskan maem mie ayam di belakang kampus. Usai mesen, ngobrol2 lah kami.
“Tis, aku males ikut kuliah sosper..” Rengekku.
“Iah Ren, aku jugak. Ngantuk, panas, sumpek..” Sambung Tisa.
“Tapi kalo kagak kuliah takutnya ada kuis mendadak..” Aku sok mengingatkan.
“Ia juga yah? Ya udah ntar ngikut nenek sama rezt ajah..” Tisya memutuskan.
Singkat cerita, usai lah acara maem kami. Langsung dah cabut ke warnet. Lhadalah! Pas di warnet, si nenek sms ngajakin boloz sosper. Tambah dilema lah aku. Mana HIV (Hasrat Ingin Vivis) akut lagi. Ugh! Setelah diskusi sama Tisya, kami putuskan ke kosan nenek dulu nebeng sholat.
Eh, kosan kagak ada yang punya, pintu depan digembok. Tapi berhasil kami bobol. (hoho, jangan tiru adegan ini!)
Dengan pikiran yang dilema antara bolos dan masuk dengan alasan kedua2nya yang logis, aku sholat dah minta petunjuk (cieh, gaya amat yah?).
Setelah semua kelar, kami ke kampus lagi. Jam menunjukkan pukul 13.13WIB. Masih terngiang di telingaku bapaknya ngomong gini “Saya kasih toleran keterlambatan 10menit ya? Lebih dari 10menit ga boleh kuliah, dan saya suka ngasih kuis dadakan tanpa sepengetahuan kalian dan ga ada kuis susulan.” Oh my God! Tambah bingung kan mau masuk apa kagak. Sementara Anggun sama Rezt pada cabut, di hotspotan.
Tau2 dari belakang terlihat si Bella, Anin, sama Riska yang mau masuk kelas. Setelah ragu2, kami akhirnya ikut kuliah juga..
Hoho, and the winner is angel.. Masih ada sisi baik dalam diriku, haha

Kategori: Uncategorized

Kisah Mengenaskan di Awal Semester

Maret 31, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Hari Senin, tanggal 16 Februari 2009, dimulailah semester keduaku di kampus. Aku berangkat dari rumah penuh semangat, dengan harapan, memulai hari pertama dengan indah. Pada waktu mengurus KRS (Kartu Rencana Studi) beberapa hari sebelumnya, telah ditetapkan bahwa NIM-ku masuk di kelas B. Dengan penuh semangat, aku masuk kelas B, dengan teman yang semua sudah ku kenal karena dulu semester I pernah sekelas.
Sambil menunggu dosen datang, aku, Tisya, Gea, dan Erlina bercakap-cakap di depan kelas. Tak lama kemudian, bu dosen datang. Kami masuk dan duduk di bangku belakang. Bla, bla, bla, dosen berkenalan, kuliah Ekonomi Pertanian, nyatet bentar sambil crita-crita sama anak-anak, berhubung dah lama nggak ketemu. Huuuaaaahmmm, ngantuk banget suasanane, dosennya juga ngomong nggak jelas.
“Tok… Tok…” Suara pintu diketuk. Ada seseorang nongol di sana. Pak petugas absen dateng, masuk, ngasih absensi kelas. Bu dosen (maap, lupa nama) berdiri dan mengedarkan absen dari pak petugas.
Singkat cerita, absen sampe di tanganku. Berhubung aku yang paling pojok, maka absen sampe di tanganku duluan daripada temen-temen. Aku buka cover, ternyata absennya urut NIM, dan nama sudah tertera. Hmmm, bagus. Karena NIM-ku biasanya paling bontot di kelas B, aku langsung mbuka halaman kedua dan membaca baris nama paling bontot: NANDA WIDHI.
Deg! “Tis…” panggilku pada Tisya yang duduk di sampingku.
“Apa Ren?”
“Kok nama kita nggak ada?”
“Hah?” Tisya kaget. “Yang bener?”
“Beneran deh, ni…” Aku menyodorkan absen ke Tisya.
Dia mengolak-alik halaman satu dan dua, dicek satu per satu, tapi tetep nggak ada.
“Ntar dulu Ren. Yang paling bawah Si Nanda, harusnya masih ada Nandika sama Nuria kan, baru kita?”
“Bener juga Tis… Trus???” Aku berpandang-pandangan sama Tisya.
“Ato jangan-jangan kita masuk kelas C?” Aku curiga.
“Mungkin aja.. Soalnya si Nandika sama Nuria juga nggak ada…”
Erlina sama Gea yang dari tadi bingung ngliatin kami ribut ikut urun rembug.
“Yoez, SMS temenmu aja yg di kelas C…”
“Yoh, aku SMS Resty ya…” Kataku.
Message sent.
Detik demi detik, menit demi menit aku menunggu balesan SMS Resty buat memastikan di mana kelasku. Lama tak juga dibales, aku mulai resah.
“Yodah, aku tak SMS Anggun.” Kata Tisya.
Dia ngambil HP di tas, nampak sibuk, lalu dengan muka pucat dia bilang “Ren, SMSe Anggun kie…”
Aku membaca huruf demi huruf SMS yang dikirimkan Anggun.
“Tis,, Namaq, Resty, Dita, sama Puri ada di kelasmu nggak? Soalnya di sini nggak ada… Nama kalian berdua juga kagak ada di absen kelas C, tapi Nandika sama Nuria ada…”
Deg! Masak aku nggak dapet kelas? Aku udah nggak konsen kuliah. Kenapa mesti kita ber6? Kenapa pas benget? Ada salah apa ya? Mbayar sudah.. KRSan sudah. Malah bareng-bareng sama temen laen. Tapi kok Cuma kami yang nggak ada?
Sumpah, pertanyaan itu terus-terusan mengganggu otakku. Jantungku berdebar-debar nggak karuan, nasiiib… Salah apa ya? Apa gara-gara insiden penganiayaan pada ulet bulu beberapa hari sebelumnya? Dasar ulet bulu pembawa sial. Udah nemplok di tas Puri, nemplok di jaket Resty, eh malah bikin kita sial. Huuugh…
Usai kuliah, aku diajak Nandika ke kelas C, tapi aku ragu, soalnya namaku nggak ada. Akhirnya aku memutuskan ke kantor jurusan sama Tisya buat mengkonfirmasi apa yang terjadi.
“Buk, maap, kami dari jurusan Agribisnis, kok nama kami nggak ada di daftar absensi kelas ya?” Tanya Tisya.
“Nggak ada gimana mbak?”
Kami menjelaskan panjang lebar duduk perkaranya. Akirnya ibuknya paham. “Coba cari dulu di absensi kelas A, B, C…” Katanya sambil menyodorkan absensi. Aku buka satu per satu, tapi nggak ada satupun yang tertera nama kami ber-6. Ibuknya memberi solusi. “Coba ditulis Nama sama NIM-nya di sini, biar saya cek-kan KRSnya.
Kami melakukan apa yang ibuknya perintahkan dan setelah KRS kami ber-6 diambil, langsung di cek di komputer pusat. KRS Tisya yang jadi percobaan. Di situ ada banyak list nama. Sampai di Alphabet ‘N’, NURUL IZATI S, diklik-lah nama itu, dan “Lhoh!” ibuknya kaget. “Kok kosong?” Tanyanya pada diri sendiri. Ibuknya memegangi dagu, nampaknya berpikir keras. “Aneh, sudah saya tandai harusnya sudah masuk di pusat, kok nggak ada?”
Diambilnya KRS berikutnya, punyaku. Namaku diklik, hasilnya keluar. Ibuknya geleng-geleng, nihil. KRS-ku juga kosong. “Mbak, ini kalo ngurus bisa lama, soalnya harus konfirmasi dulu sama atasan, jadi nggak bisa sekarang nentuin kelas.” Kata ibuknya. “Trus kira-kira kapan ya buk?” Tanyaku. “Ya, Insya Allah nanti siang mbak.”
Kami keluar ruang, dan terkatung-katung menanti nasib kelas. Nggak jelas banget, nasiiib. Siangnya kami balik ke kantor jurusan, dan resultnya, Tisya sama aku di kelas A, Resty sama Anggun di kelas B, Dita sama Puri di kelas C. Huuua, kita dipisahkan, kejam! Hikz…
Nasiiib, hari pertama udah kena sial…

Pesan: Jangan menganiaya ulet bulu kalo nggak pengen sial. Hohoho…

Kategori: Uncategorized

Kucing Yg Datang di Malam Pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1430 H

Januari 22, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Dia mengeong di atap rumahku.. Keras sekali.. Sesekali melihat ke bawah, mungkin dalam hati ingin turun, namun takut, cuz belum mengenal kami. Karena tak tahan, ayah menurunkannya. Pada awalnya dia ketakutan melihat anggota keluargaku. Akan tetapi, setelah terbiasa dan kami memberinya konsumsi, akhirnya dia luluh dan bener-bener jinak sesudahnya.

Sudah lama banget aq nyari-nyari kucing sebagai pengganti kucingq yg kini hilang entah berada di mana, Hikz… Dan yg aq cari tu kucing jantan, berwarna hitam-putih. Dan tanpa harus susah payah mencari, dia datang sendiri! Hoho…

Ada mitos bilang, jika kucing tu besar banget pengaruhnya. Doa dari kucing tu manjur. Apalagi dia datang di malam 1 Suro, yang kabarnya malam keramat pula. Yaaakh, semoga doa sipuz ini memberi berkah pada keluarga ini. Amiiiin….

Ni poto sipuznya…

rhenz_068


Kategori: Uncategorized

Akasia 2008

Januari 22, 2009 · & Komentar

100_3508Sabtu itu, kami disuruh kumpul di Fakultas Pertanian jam 6 pagi, tapi berhubung aku bangun kesiangan, baru dianter kakak pukul 6 dari humz, dan alhasil nyampe kampuz jam 6.30. Tapi ternyata, di sana masih nunggu agak lama. Barulah beberapa menit kemudian, aku dan teman2 yang ada di depan Argobudoyo langsung disuruh masuk panitia, suruh kumpul di depan gedung B.

Sampai di depan gedung B, langsung disuruh baris, lalu dimulailah acara pembukaan Akasia 2008. Setelah mendengarkan sambutan2, kami masuk ke bis yang telah dibagi menjadi 2 dan berdasarkan kelompok Akre (Ajang kreativitas). Karena kelompok AkreQ kelompok Nitrogen yang pertama urutannya, makanya langsung aja naik ke bis A.

Dari sepanjang perjalanan yang lumayan melelahkan, aku cuma duduk aja tanpa melakukan aktivitas apapun. Bis berhenti di CV. MGA (Multi Global Agrindo) yang merupakan perusahaan yang memproduksi benih. Di sana kegiatannya cuma mendengarkan penjelasan dari Pak Mulyono selaku direktur utama. Huuuuw, tapi aku salut dan kagum pada beliau. Karena beliau dengan gigih dan gagah telah berusaha melakukan yang terbaik untuk memajukan pertanian Indonesia. Bayangkan saja, selama 10 tahun, beliau melakukan research untuk mendapatkan benih dengan kualitas terbaik. Dan dalam jangka waktu itu pula beliau tidak mendapatkan income sama sekali. Bahkan selalu mengeluarkan biaya untuk modal research. Dalam setahun, beliau bisa mengeluarkan biaya kira-kira 700 juta! Gila!! Tapi kegigihan pak Mulyono akhirna terbalas juga. Setelah tahun ke-13, beliau baru bisa merasakan hasil jerih payahnya. Karena bibit yang beliau dapatkan, telah mendapat penghargaan dari mana2. Huuuuw…

Pada pukul 11, kami bertolak dari MGA untuk menuju ke penginapan di Tawangmangu. Pukul 11.30 kami sampai. Auuuh, indahnyo… Villanya nyaman booo’.. Langsung aja kami masuk ke dalam karena kamar juga sudah dibagi berdasarkan kelompok outbond. Nyante2, acara selanjutnya adalah istirahat dan sholat sampe pukul 12.30. Setelah itu, kami langsung dikumpulkan di aula untuk diskusi panel sampai pukul 3. Habis ntu, sholat lagi sampai pukul 3.30 lalu dilanjutkan materi dari pak Sukatno, pengusaha salak lawu dan sate landak.

Pukul 5 selesai materi, kami diberi waktu sampai pukul 7.30 untuk ishoma. Seharusnya waktu itu digunakan untuk mandi. Tapi berhubung antri mandi udah banyak banget, dan waktu sholat maghrib udah hampir habis, aku memutuskan nggak mandi. Mana sempet??? Setelah sholat dan maem, ke aula lagi buat ndengerin presentasi dari Himpunan Mahasiswa. Busyet dah, ngantux berat tu aku, dah mo merem2 gitu, mana udara dingin banget. Brrrr….

Setelah selesai ndengerin presentasi dari Himpunan Mahasiswa, jam 9 kami disuruh kumpul ke tengah lapangan buat pertunjukan akre. Namu kelompok yang maju tidak diurutkan. Kelompokq dapet tugas video klip. Namun, kami belum persiapan sama sekali. Bingung juga mo nampilin apa. Akhirnya aku puny ide nampilin video klipnya Project Pop yg Bukan Superstar. Dan yg laen pun setuju. Namun Hikz, pada malu2 gitu, ancur deh…

Setelah semua kelompok udah tampil, kami langsung disuruh ke kamar masing2 buat bu2, namun tau2, ada suara bentakan yg mengharuskan kami buat kumpul lagi. Busyeeeet, aku udah bener2 ngantux waktu itu. Kakak2 senior yg merasa dilecehkan langsung ngebentak2 (gx tau tu akting ato beneran). Aku gx dengerin mereka ngoceh. Truz akhirnya, berkat saran dari seseorang, akhirnya kami diperbolehkan kembali ke kamar buat istirahat karena esok hari ada outbond.

Akhirnya, jam 11.30 kami masuk penginapan. Tapi berhubung tempat tidur di kamar kurang, aku tidur di ruang santai depan TV, berjajar dengan teman yg laen, kaya ikan dijemur, haha… Namun Alhamdulillah, bu2q nyenyak sampai jam3 dibangunin buat renungan. Kami dibangunin, disuruh ke mushola, dalam keadaan ngantux2. Sekalian aku wudhu sambil nunggu waktu sholat shubuh.

Pas renungan, lampu mushola sengaja dimatiin, dan gx tau sapa yg ngomong, yg pasti banyak peserta yg nangis karena terharu. Namun entah kenapa, aku gx paham2 juga apa yg dikatakan panitia. Ngantux berat chuuuuy!! Renungan berakhir ketika adzan shubuh berkumandang.

Seusai sholat, aku gx berniat bu2. Namun antre pakpung. Maklum, semalam belum pakpung, he28x.. Antre dari jam 4.30, baru dapet giliran jam 5.30. Pakpung kilat, gebyur, sabunan, gebyur, pake baju. Habis mandi, suasana sepi. Tak taunya, udah pada ke lapangan buat senam. Seusai ikut senam, langsung disuruh sarapan dan istirahat sampai pukul 7.30.

Kelompok outbondq bingunx cuz yel2 belom dibuat. Akhirnya, aku dan 2 orang temanq rapat kecil buat bikin yel2. Kami pake irama lagunya jablay lho, he28x… Yel2 selesai dibuat, kami persiapan. Setelah siap semua, barulah kami kumpul di lapangan buat persiapan berangkat outbond. Setelah mendengar penjelasan singkat dari panitia, tiap kelompok adu yel2 buat nentuin kelompok mana yg berangkat paling awal. Dan ternyata yg terpilih adalah kelompokq, kelompok pear dgn alesan yel2 terheboh. Uhuuuy… Cuz kami cwe, kami lewat jalur 2, rutenya adl pos 4-3-2-1-5. Di tiap pos, kami wajib menyampaikan password dan yel2. Kami berangkat.

Di pos 4, lokasi di sungai dengan rute yang turun terjal. Permainannya adalah tebak gambar. Jadi ada seorang yg memimpin dan mengarahkan anak buahnya untuk menggambar sebuah bangun. Kelompokq dapet jatah gambar masjid. Hasilnya, mau tau?? Ancur! Hahaha…

Kami berangkat lagi ke pos 3. Naik lagi, terjal. Lalu turun lagi, terjal pula. Bahkan kali ini nyebrang sungai. Permainannya adalah si buta dan si buntung. Jadi ada seorang yg memimpin dan mengarahkan anak buahnya yg buta dan terpencar ke segala arah untuk kembali berkumpul lagi. Anggota kelompokq adalah 9 orang, masih kurang 2 orang yg belum terkumpul. Haha, ancur lagi.

Setelah selesai, naik lagi buat ke pos 2. Kali ini, naiknya bener2 muter, jauh, dan bukan main terjalnya. Sampai di atas, kami langsung istirahat dulu di pos bayangan. Setelah dirasa cukup istirahat, kami minta ijin panitia buat melanjutkan perjalanan. Masnya ngomong gini: “Dek, ntar lurus aja, mentog, tyus belok kiri, lewat kuburan. Jangan lewat kanan, ada anjing galak!”. Kami nurut kata masnya. Begitu melihat mbaknya yg ada di pos bayangan lagi, kami bingung buat turun. Lalu setelah turun, kami ditanyai: “Lho dek, kenapa lewat kuburan? Kan lewat atas bisa?” Elhoh, piye to kik, panitia gx kompak. Akhirnya setelah dijelaskan bahwa ini perintah dari masnya, kami melanjutkan perjalanan lagi ke pos 2. Mbaknya pesen: “Dek ntar jalan lurus aja, trus kalo ada pertigaan, ambil kiri ya? Jangan lurus!” Kami nurut lagi. Akhirnya kami melihat pos 2 ada di atas. Huahh, lega. Senangnya hatiq…

Kami disambut masnya yg kebingungan. “Lho adek ini lewat jalur berapa?” “Jalur 2!” Jawab kami kompak. “Kalo jalur 2 tu harusnya gx lewat situ, tapi lewat atas… Ayo, kalian naik lagi ke atas lalu turun lagi ke bawah!” “Haaaaaa???!!!” Kami seolah tak percaya. “Ayo, daripada kalian tak suruh muter?” Uuuuuugh, nyebelin! Padahal udah dijelasin kalo itu adalah perintah dari mbaknya, tapi tetep aja kami dapet hukuman naik turun lagi!

Permainan di pos 2 adalah kekompakan. Jadi satu kelompok itu dibagi lagi jadi 2 kelompok kecil, lalu masing masing orang diiket kakinya secara berantai dan melingkar lalu disuruh jalan. Cobaan berhasil kami lewati dengan baik.

Tibalah saatnya melanjutkan perjalanan. Kami turun lagi, lalu… “Klethek!” aku keslio dan terjatuh! Astaga… Sakid banget chuy! Hampir aku gx bisa jalan. Kakiq bengkak gedhe banget. Temen2q dari kelompok laen yg tau aq jatoh langsung teriak2, “Chibby gpp chib???” Aq hanya bisa meringis menahan sakit. Setelah dioles balsem dikit, aku mulai bisa berdiri, namun masih gemetar. Mbaknya bilang, “Dek, kalo gx kuat di sini aja dulu. Ntar balik ke penginapan bareng panitia.” Tapi aku merasa masih kuat dan perjalanan ke pos 1 dilanjutkan kembali.

Jalan ke pos 1 turun terjal karena di sungai lagi. Tadinya aku gx ikut turun cuz takut ngrepotin teman, tapi, dgn berbagai pertimbangan, akhirnya aku ikut turun dengan dibantu temen. Sampia di pos 1, kami langsung diberi tugas maen aer, jadi lempar2an aer. Berhubung kakiq cakit, aku disuruh masnya buat masukin aer yg udah berhasil aku tangkap ke dalam botol. Tugas terselesaikan dgn baik. Kami melanjutkan perjalanan ke pos 5.

Naek lagi. Masnya yg tau aku kesulitan naek langsung bilang sama aku, “Dek, ayo pegangan jaketq, tak anter sampe pos 5” Ya udah berkat bantuan masnya, aku sampe atas dgn selamat dan menuju pos 5.

Di pos 5, pos yg terakir, ada di gazebo villa. Permainannya dalah ranjau pengorbanan. Jadi kita kaya maen catur gitu. Tugas telah diselesaikan dan berakhirlah outbond. Karena kelompokq yg pertama berangkat, sampenya pun pertama. Habis itu, kami nggak boleh masuk ke villa, jadi kami terlantar di lapangan. Dengan sedikit terpaksa pun, kami sholat dgn kondisi yg nggak meyakinkan. Hufh…

Namun, setelah beberapa kelompok dateng, kami mulai dapet jatah makan. Jadilah kami makan bareng di bawah pohon sambil bercanda dan bercerita kejadian pas outbond. Sesudah semua kelompok dateng ke lokasi, istirahat dulu sekitar 30 menit, memberi waktu kelompok terakhir yang dateng buat sholat dan makan. Barulah sekitar pukul 2, kami dikumpulkan, disuruh baris per kelompok, dan dimulailah akting yg menyebalkan untuk menguji kekompakan kami. Acara ini ditutup dengan basah-basahan. Sial, gara2 kakiq cakit, aku nggak bisa lari, aku basah kuyup deh…

Setelah itu, acaranya open forum, saling memberi masukan. Barulah siap2 untuk meninggalkan penginapan. Tapi sebelum dipulangkan, kami disuruh kumpul lagi untuk penyematan penghargaan. Uhuuuuy, berkat goyang jablay, kelompokq dapet penghargaan kelompok terheboh!!

Barulah sekitar pukul 4, kami meninggalkan Tawangmangu dan menuju ke peradaban. Sampe di kampus lagi, pukul 5 sore. Ahhh, puasss, tapi capex… Pengalaman weekend yg menyenangkan, melelahkan dan menyakitkan…

Kategori: Uncategorized

Rossi Juara Dunia 2008

September 29, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sirkuit Motegi, Jepang, lagi-lagi menjadi saksi lahirnya juara dunia. Setelah tahun lalu Stoner yg berhasil menyabet gelar juara dunia di tahun ini.

Jalannya balapan kemarin cukup seru, pada awal-awal balapan, terjadi pertarungan sengit antara ketiga pemegang puncak klasemen, Rossi, Stoner, dan Pedrosa. Akan tetapi, akhirnya Rossi lah yg berhasil menjadi juara di Motegi, sekaligus menutup celah bagi Stoner untuk mengejar ketertinggalan poin, mengingat balapan cuma tersisa 3x lagi.

Hari ini tanggal 29 September, hmmm, ultahe si Pedrosa. Sayang sekali kemarin dia hanya bisa finish di urutan ketiga. Kado yg nggak cukup bagus, dan sangat disayangkan. Karena, harusnya performa dia membaik setelah gantii ban. Yah, semoga di balapan yang tersisa, dia bisa meraih hasil optimal. Tapi inilah podium pertama Pedrosa dengan Michelin, hmmmm….

SELAMAT BUAT ROSSI!!

Kategori: Uncategorized

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1429H (Surakarta dan Sekitarnya)

Agustus 29, 2008 · & Komentar

NO. TANGGAL HARI IMSAK SHUBUH DHUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA’
1 1-Sep-2008 Senin 4:11 4:21 11:41 14:57 17:37 18:46
2 2-Sep-2008 Selasa 4:10 4:20 11:40 14:56 17:37 18:46
3 3-Sep-2008 Rabu 4:10 4:20 11:40 14:56 17:37 18:46
4 4-Sep-2008 Kamis 4:09 4:19 11:40 14:55 17:37 18:46
5 5-Sep-2008 Jum’at 4:09 4:19 11:39 14:54 17:37 18:46
6 6-Sep-2008 Sabtu 4:08 4:18 11:39 14:54 17:36 18:46
7 7-Sep-2008 Minggu 4:08 4:18 11:39 14:53 17:36 18:45
8 8-Sep-2008 Senin 4:07 4:17 11:38 14:53 17:36 18:45
9 9-Sep-2008 Selasa 4:07 4:17 11:38 14:52 17:36 18:45
10 10-Sep-2008 Rabu 4:06 4:16 11:38 14:51 17:36 18:45
11 11-Sep-2008 Kamis 4:06 4:16 11:37 14:51 17:36 18:45
12 12-Sep-2008 Jum’at 4:05 4:15 11:37 14:50 17:36 18:44
13 13-Sep-2008 Sabtu 4:05 4:15 11:37 14:50 17:35 18:44
14 14-Sep-2008 Minggu 4:04 4:14 11:36 14:49 17:35 18:44
15 15-Sep-2008 Senin 4:04 4:14 11:36 14:48 17:35 18:44
16 16-Sep-2008 Selasa 4:03 4:13 11:35 14:47 17:35 18:44
17 17-Sep-2008 Rabu 4:03 4:13 11:35 14:47 17:35 18:44
18 18-Sep-2008 Kamis 4:02 4:12 11:35 14:46 17:35 18:43
19 19-Sep-2008 Jum’at 4:01 4:11 11:34 14:45 17:34 18:43
20 20-Sep-2008 Sabtu 4:01 4:11 11:34 14:45 17:34 18:43
21 21-Sep-2008 Minggu 4:00 4:10 11:34 14:44 17:34 18:43
22 22-Sep-2008 Senin 4:00 4:10 11:33 14:43 17:34 18:43
23 23-Sep-2008 Selasa 3:59 4:09 11:33 14:42 17:34 18:43
24 24-Sep-2008 Rabu 3:59 4:09 11:33 14:41 17:34 18:43
25 25-Sep-2008 Kamis 3:58 4:08 11:32 14:41 17:34 18:43
26 26-Sep-2008 Jum’at 3:57 4:07 11:32 14:40 17:33 18:42
27 27-Sep-2008 Sabtu 3:57 4:07 11:32 14:39 17:33 18:42
28 28-Sep-2008 Minggu 3:56 4:06 11:31 14:38 17:33 18:42
29 29-Sep-2008 Senin 3:56 4:06 11:31 14:37 17:33 18:42
30 30-Sep-2008 Selasa 3:55 4:05 11:31 14:36 17:33 18:42

Kategori: Rak Cethooo · Uncategorized

Harry Potter and The Deathly Hallows

Maret 23, 2008 · 1 Komentar

Harry Potter and The Deathly Hallows

MASA pembalasan Harry Potter terhadap Lord Voldemort, tiba sudah. Bersama pasukan laskar Dumbledore atau Orde Phoenix, Harry berusaha mengakhiri kejahatan Voldemor.

Setelah kematian Albus Dumbledore, Harry merasa amat kehilangan. Ia begitu kehilangan orang yang paling dicintai dan paling dipercayainya di Hogwarts. Tak ingin larut dalam kesedihan, Harry memulai lagi semangatnya menghabisi Voldemort demi mewujudkan impian Dumbledore, yaitu kehidupan yang lebih baik.

Kementrian dan Hogwarts kini telah diduduki dan dikuasai Voldemort. Otomatis, setiap langkah Harry semakin sulit. Sedikit saja ia melangkah, Pelahap Maut utusan Voldemort siap menghabisi teman-teman Harry dan membawa Harry ke Voldemort.

Di seri ketujuh dari rangkaian buku Harry Potter bertajuk Harry Potter and The Deathly Hallows ini, sisi lain mengenai Albus Dumbledore terkuak. Seperti keluarga Dumbledore dan adiknya yang memiliki kelainan jiwa yang diduga tewas karena perbuatan Dumbledore.

Harry yang berjuang melanjutkan perjuangan Dumbledore dan percaya penuh pada Dumbledore sebagai sosok yang baik, sedikit goyah. Apalagi saat ia mendapatkan sebuah biografi Dumbledore yang ditulis Rita Skeeter. Biografi itu berisi kehidupan dan kebohongan Dumbledore.

Sementara itu, Harry yang kini telah berusia tujuh belas tahun tak lagi mendapat perlindungan demi menghindar dari buruan para Pelahap Maut dan utusan Dumbledore lainnya. Harry bersama dua sahabatnya Hermione dan Ron hidup berpindah-pindah.

Selain untuk bersembunyi, mereka berpindah-pindah sekaligus mencari dua benda lainnya selain Jubah Gaib, salah satunya tongkat sihir Elder. Satu-satunya alat yang bisa menghabisi nyawa Voldemort.

Lantas, bagaimana aksi Harry Potter. Mampukah ia melawan Voldemort secara berhadapan seperti yang ia inginkan, sendiri dan tanpa bantuan siapapun.

Lantas, seperti rumor yang beredar bahwa si penulis, JK Rowling “membunuh” teman Harry, yaitu Hermione atau Ron, benar-benar terjadi di seri ketujuh tentang penyihir ini?

Selain itu, ada yang mengejutkan di seri ketujuh ini. Pada akhir cerita, Harry Potter memiliki keluarga. Ia menikah dan mempunyai anak. Penasaran siap wanita beruntung itu?

Temukan jawabannya di buku seri ketujuh atau seri terakhir dari petualangan Harry Potter, Harry Potter and The Deathly Hallows.

Judul : Harry Potter and The Deathly Hallows
Oleh : J.K. Rowling
Isi : 1008 halaman
Ukuran : 20 cm
Cetakan : I, 2008
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
ISBN-10 : 979-22-3348-2
ISBN-13 : 978-979-22-3348-3

di copy paste dari okezone.com 

Kategori: Uncategorized

Harry Potter

Maret 9, 2008 · & Komentar

harry potter dkk

Harry Potter merupakan salah satu seri novel fantasi karya J. K. Rowling dari Inggris mengenai seorang anak laki-laki bernama Harry Potter. Sejak rilis pertama novel ini, Harry Potter dan Batu Bertuah pada tahun 1997 di Inggris, buku ini telah mendapatkan ketenaran dan kesuksesan secara komersial di seluruh dunia, diangkat menjadi film, video game, dan beragam merchandise.

Latar belakang kisah ini kebanyakan berada di Sekolah Sihir Hogwarts dan berpusat pada pertarungan Harry Potter melawan penyihir jahat Lord Voldemort, yang menggunakan Ilmu Hitam untuk membunuh orang tua Harry.

Kesemua tujuh buku yang direncanakan Rowling dalam seri novel ini telah diterbitkan. Buku keenam, Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran versi asli bahasa Inggris diterbitkan pada 16 Juli 2005, sementara buku ketujuh, Harry Potter dan Relikui Kematian diluncurkan di seluruh dunia pada 21 Juli 2007 (versi terjemahan bahasa Indonesia diperkirakan akan terbit pada awal tahun 2008). Enam buku pertama dalam seri novel ini secara keseluruhan telah terjual lebih dari 325 juta kopi, dan telah diterjemahkan ke lebih dari 63 bahasa.[1][2]

Atas kesuksesan novel-novelnya ini, Rowling telah menjadi penulis terkaya sepanjang sejarah kesusasteraan.[3] Versi-versi asli dalam bahasa Inggris diterbitkan oleh penerbit Bloomsbury di Inggris Raya, Scholastic Press di Amerika Serikat, Allen & Unwin di Australia, dan Raincoast Books di Canada. Versi bahasa Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.

Lima buku pertama telah diangkat menjadi film layar lebar oleh Warner Bros. dan mendulang kesuksesan besar. Film kelima, Harry Potter and the Order of the Phoenix, mulai diambil gambarnya pada Februari 2006, dan dirilis pada 11 Juli 2007 di Amerika Serikat.

Tentang penciptaan Harry Potter

Ide tentang Harry Potter pertama kali tercetus dalam pikiran J. K. Rowling ketika menaiki kereta api dari Manchester ke London pada tahun 1990. Pada waktu itu, dia baru saja bercerai dan mengambil inisiatif untuk menjadikan Harry Potter sebagai inspirasi hidupnya. Dia menghabiskan waktu di dalam perjalanannya itu dengan memikirkan plot yang lengkap tentang ceritanya itu. Di situs webnya, Rowling menceritakan pengalamannya itu:

Harry Potter
Saya telah menulis hampir tanpa jeda sejak umur enam tapi sebelumnya saya tidak pernah merasa begitu bergairah akan suatu gagasan. Saya hanya duduk dan berpikir, selama empat jam (menunggu keterlambatan kereta api), dan semua detel bermunculan di otak saya, dan anak laki-laki ceking berambut hitam dan berkaca mata yang tidak menyadari bahwa ia adalah seorang penyihir menjadi semakin lama semakin nyata bagi saya.
Harry Potter

Pada tahun 1995, buku pertama berjudul Harry Potter and Philosopher’s Stone (diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai Harry Potter dan Batu Bertuah) selesai dibuat dan naskahnya dikirimkan ke beberapa agen. Agen kedua yang dicobanya, Christopher Little, menawari untuk mewakilinya dan mengirimkan naskah itu ke Bloomsbury. Setelah delapan penerbit lainnya menolak Philosopher’s Stone, Bloomsbury menawarkan uang muka £3.000 untuk menerbitkannya.[5]

Walaupun Rowling menyatakan bahwa ia tidak memiliki target khusus mengenai umur pembacanya ketika ia mulai menulis buku-buku Harry Potter, penerbitnya pada permulaannya telah menetapkan target pembacanya antara umur sembilan hingga sebelas.[6] Pada malam sebelum penerbitan, Joanne Rowling diminta oleh penerbitnya untuk menggunakan nama samaran yang lebih netral-jender, supaya dapat menarik anak laki-laki dalam jangkauan umur tersebut, karena mereka khawatir bahwa anak laki-laki tidak akan tertarik membaca novel yang mereka ketahui ditulis oleh seorang wanita. Ia memilih untuk menggunakan nama J. K. Rowling (Joanne Kathleen Rowling), mengambil nama neneknya sebagai nama keduanya, karena ia tidak memiliki nama tengah.[7]

Buku pertama Harry Potter diterbitkan di Britania Raya oleh Bloomsbury pada Juli 1997. Di Amerika Serikat buku ini diterbitkan oleh Scholastic pada September 1998, di mana Rowling menerima $105.000 untuk hak penerbitan Amerika Serikat — sebuah nilai yang tidak biasa bagi sebuah buku anak-anak yang dikarang oleh pengarang yang tidak dikenal (pada saat itu).[8] Khawatir bahwa para pembaca di Amerika tidak mengerti kata “philosoper” atau tidak menganggapnya sebagai tema magis (karena “Philosoper’s Stone” atau batu filsuf adalah kata dalam bidang alkimia), Scholastic bersikeras untuk mengganti nama buku itu menjadi Harry Potter and the Sorcerer’s Stone untuk pasar Amerika.

Selama hampir satu dasawarsa, Harry Potter telah mengalami kesuksesan besar, tidak hanya karena resensi yang positif dan strategi pemasaran penerbit Rowling, tetapi juga karena pembicaraan dari mulut ke mulut di antara para penggemarnya, terutama di antara para remaja laki-laki. Kalangan remaja laki-laki ini menjadi penting, karena selama bertahun-tahun kalangan ini semakin tidak tertarik dengan bacaan yang dianggap ketinggalan jaman ketimbang video game dan internet. Penerbit Rowling berhasil menangkap kegairahan di kalangan remaja laki-laki ini dan segera merilis keempat buku pertama berturut-turut secara cepat, sehingga kegairahan mereka tidak sempat meredup ketika Rowling bermaksud untuk istirahat menulis di antara rilis Harry Potter dan Piala Api dan Harry Potter dan Orde Phoenix, dan dengan segera terbentuklah grup pembaca yang loyal.[9] Seri ini juga mendapatkan para penggemar dewasa, dengan diterbitkannya dua edisi untuk setiap buku Harry Potter (di Kanada dan Britania Raya, tapi tidak di Amerika Serikat). Keduanya memiliki naskah yang sama persis, tetapi dengan sampul yang berbeda, untuk masing-masing edisi anak-anak dan dewasa.[10]

Kisah

Ringkasan plot

Untuk sinopsis per novel, lihat artikel yang relevan di masing-masing seri.

Kisah dibuka dengan perayaan tak terkendali di dunia sihir (yang biasanya merupakan komunitas yang rahasia) setelah bertahun-tahun mengalami teror oleh Lord Voldemort. Pada malam sebelumnya, Voldemort telah menemukan tempat perlindungan rahasia keluarga Potter, dan membunuh James dan Lily Potter. Namun demikian, ketika ia mengarahkan tongkat sihirnya kepada bayi mereka, Harry, kutukan pembunuh yang dikeluarkannya malah membalik kepada dirinya sendiri. Arwah Voldemort tercabik dari tubuhnya sendiri yang hancur, menghilang dari dunia sihir, tapi tidak mati. Sementara itu, satu-satunya hasil dari kutukan yang gagal itu meninggalkan bekas yang khusus di dahinya, cacat berbentuk sambaran kilat. Kekalahan misterius Voldemort memberikan Harry sebutan khusus di kalangan dunia sihir, “Anak Laki-Laki yang Bertahan Hidup”. Sebutan ini khususnya dikarenakan tidak ada penyihir yang diarah oleh Voldemort dapat bertahan hidup melawannya.

Pada malam berikutnya, seorang penyihir membawa Harry ke rumah Bibi dan Pamannya, Dursley, tempat di mana ia akan tinggal bertahun-tahun setelahnya. Keluarga Dursley adalah famili Harry yang kejam dan merupakan orang-orang non-penyihir. Mereka senantiasa berusaha menyembunyikan latar belakang Harry yang merupakan penyihir dan keturunan penyihir, dan memberinya hukuman jika terjadi kejadian-kejadian aneh.

Pada ulang tahunnya yang kesebelas, Harry mendapatkan kontak pertamanya dengan dunia sihir, ketika ia menerima surat dari Sekolah Sihir Hogwarts, yang berusaha disembunyikan oleh Paman dan Bibinya, hingga ia tidak berhasil membaca surat tersebut. Surat itu pada akhirnya dapat dibacanya setelah ia ditemui oleh Hagrid, Pengawas Binatang Liar di Hogwarts. Hagrid memberitahunya bahwa ia sesungguhnya adalah seorang penyihir, dan surat itu memberitahunya bahwa ia disediakan tempat untuk belajar di Hogwarts. Setiap jilid dari novel Harry Potter mengisahkan mengenai satu tahun kehidupan Harry, yang kebanyakan dihabiskannya dalam pelajaran di Hogwarts, di mana ia mempelajari penggunaan sihir dan membuat ramuan. Harry juga mempelajari bagaimana mengatasi rintangan-rintangan sihir, sosial, dan emosi selama masa remajanya. Dalam periode yang sama, Voldemort juga berusaha untuk kembali ke tubuh fisiknya dan mengembalikan seluruh kekuatannya, sementara Kementrian Sihir berusaha juga untuk menolak untuk mengakui adanya ancaman akan kembalinya Voldemort. Penolakan Kementerian Sihir ini kemudian menyebabkan banyak kesulitan bagi Harry Potter.

Dunia Harry Potter

Dunia sihir dalam kisah Harry Potter adalah dunia yang ada di dunia kita sekarang tapi juga sekaligus terpisah sama sekali secara sihir. Kalau diperbandingkan, dalam kisah fantasi Narnia dunia sihirnya merupakan dunia alternatif, sementara dalam Lord of the Rings Bumi-Tengah merupakan dunia mite pada masa lampau. Lingkungan sihir Harry Potter dikisahkan berada di tengah-tengah dunia kita saat ini, dengan benda-benda sihir yang mirip dengan benda-benda di lingkup non-sihir. Lembaga-lembaga dan lokasi-lokasinya pun mirip atau malah sama dengan yang berada di dunia nyata, seperti London. Lingkungan sihir sama sekali tidak dapat terlihat oleh populasi non-sihir (atau Muggle, misalnya: Keluarga Dursley).

Bakat sihir adalah kemampuan alami yang telah ada sejak lahir, tidak dapat muncul karena dipelajari. Mereka yang memiliki bakat sihir harus mengikuti pelajaran di sekolah-sekolah seperti Hogwarts untuk dapat menguasai dan mengontrolnya. Namun demikian, ada kemungkinan anak-anak yang lahir di keluarga penyihir yang hanya memiliki sedikit bakat sihir atau malah tidak ada sama sekali (disebut “Squibs“, misalnya Mrs. Figg, Argus Filch). Para penyihir belum tentu dilahirkan dalam keluarga penyihir, dan banyak dari mereka yang dilahirkan dari orang tua (para Muggle) yang sama sekali tidak mengenal sihir. Mereka yang murni berdarah penyihir seringkali tidak terbiasa dengan dunia Muggle, malah terasa lebih aneh bagi mereka ketimbang kita memandang dunia mereka. Namun demikian, dunia sihir dan elemen-elemennya yang menakjubkan itu digambarkan sebagai dunia-yang-sangat-mirip-dengan-dunia-nyata. Salah satu tema utama dalam novel ini adalah keberadaan dunia sihir dan dunia biasa; di mana para tokohnya hidup dalam lingkungan yang memiliki masalah-masalah yang “normal”, sekalipun mereka hidup di antara sihir.

Hal-hal yang berulang

Kemurnian darah (Harry Potter)
Para penyihir pada umumnya memandang Muggle dengan sikap merendahkan dan curiga, masalahnya, sikap ini menjadi kefanatikan bagi sebagian kecil penyihir. Mereka yang fanatik ini mengkotak-kotakkan diri mereka atas dasar banyaknya leluhur mereka, di mana penyihir “berdarah-murni” (mereka yang keluarganya seluruhnya adalah penyihir) dianggap sebagai yang paling tinggi, penyihir “berdarah-campuran” (mereka yang memiliki keturunan penyihir dan Muggle) pada tingkat menengah, dan “kelahiran-Muggle” (mereka yang tanpa keturunan penyihir) sebagai yang terendah. Para pendukung kemurnian-darah percaya bahwa hanya mereka yang “berdarah-murni”-lah yang berhak mengontrol dunia sihir, dan tidak menganggap bahwa penyihir “kelahiran-Muggle” sebagai penyihir yang sesungguhnya. Beberapa dari mereka bahkan bertindak terlalu jauh dengan membunuhi para “kelahiran-Muggle” supaya jangan dapat mempelajari sihir. Kebanyakan kaum fanatik ini adalah berdarah-murni, sekalipun perlu dicatat bahwa Voldemort, yang mendukung fanatisme ini, sesungguhnya adalah penyihir berdarah-campuran. Selain itu, sebenarnya hanya tinggal sedikit sekali penyihir yang benar-benar berdarah-murni, oleh karena tanpa menikah dengan populasi Muggle, para penyihir lama kelamaan akan habis. Namun demikian, banyak keluarga penyihir yang menutupi bahwa ada di antara keluarga mereka yang menikahi kaum Muggle. Salah satu contoh keluarga seperti ini adalah dalam keluarga Black.

Karakter

Gryffindor

Ravenclaw

Hufflepuff

Slytherin

Murid Hogwarts Yang Tidak Diketahui Berada Di Asrama Mana

  • Satu Angkatan Dengan Harry
  • Tidak Satu Angkatan Dengan Harry
    • Derek (seorang anak kelas satu yang menghadiri pesta natal di saat Harry kelas tiga, yang ditawari chipola oleh Dumbledore)
    • Harold Dingle
    • Emma Dobbs (Diketahui dari Topi Seleksi)
    • Patricia Stimpson (Satu angkatan dengan Fred dan George)
  • Tidak Diketahui Umurnya
    • Eloise Midgen (murid yang memiliki masalah jerawat yang gawat, beberapa kali disebutkan dalam percakapan, tapi tidak pernah benar-benar diperlihatkan)
    • Leanne (teman Katie Bell)

Murid Murid Lain Yang Disebutkan Dalam Catatan J.K Rowling

Dalam acara TV spesial yang berjudul Harry Potter and Me, J.K Rowling menunjukkan sebuah buku catatan yang berisi nama-nama murid yang satu angkatan dengan Harry. Setiap nama disertai dengan jenis kelamin, asrama, dan “status darah” (muggle, campuran, atau murni). Tetapi daftar ini bukanlah daftar yang baku, karena banyak karakter yang mengalami perubahan. Misalnya, Michael Corner dan Anthony Goldstein dalam catatan tersebut berada di asrama Hufflepuff, tapi ketika diperkenalkan pada Harry di Harry Potter and the Order of the Phoenix, keduanya adalah anak-anak Ravenclaw; bahkan Anthony Goldstein adalah salah satu prefek Ravenclaw.

Ada beberapa murid dari angkatan Harry yang disebutkan dalam buku catatan itu, tapi justru belum muncul di buku. Mereka disebutkan dalam daftar di bawah ini sebagai kelengkapan, tapi mungkin beberapa nama dan asrama mereka berubah jika/ketika mereka muncul dalam buku.

  • Stephen Cornfoot (Ravenclaw)
  • Tracey Davis (Slytherin)
  • Kevin Entwhistle (Ravenclaw)
  • Wayne Hopkins (Hufflepuff)
  • Megan Jones (Hufflepuff)
  • Su Li (Ravenclaw)
  • Isabel MacDougal (Ravenclaw, mungkin versi awal dari Morag McDougal)
  • Malone (Tidak Diketahui)
  • Rivers (Tidak Diketahui)
  • Roper (Tidak Diketahui)
  • Runcorn (Tidak Diketahui)
  • Spinks (Tidak Diketahui)

Murid-Murid Hogwarts Di Masa Lalu

Murid Dari Sekolah Sihir Lain

Guru-Guru dan Staf Hogwarts

Kepala Sekolah Hogwarts

Kepala Asrama

  • Aurora Sinistra (Guru Astronomi) – Kepala Asrama Ravenclaw
  • Minerva McGonagall (Guru Transfigurasi) – Kepala Asrama Gryffindor
  • Horace Slughorn (Guru Ramuan) – Kepala Asrama Slytherin sampai 1981; menjadi Kepala Asrama Slytherin dari 1997 (setelah Snape melarikan diri dari Hogwarts)
  • Severus Snape (Guru Ramuan/Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam) – Kepala Asrama Slytherin 1981-1997
  • Pomona Sprout (Guru Herbologi) – Kepala Asrama Hufflepuff

Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam

Selama Harry berada di sekolah, masing-masing mengajar selama satu tahun.

  • Tahun ke-1: 1991-1992 – Quirinus Quirrell – merelakan tubuhnya untuk ditempati Voldermort, mati ketika Voldermort meninggalkannya setelah bertempur dengan Harry.
  • Tahun ke-2: 1992-1993 – Gilderoy Lockhart – terkena jampi memorinya sendiri sehingga ia hilang ingatan dan sekarang berada di rumah sakit sihir St.Mungo.
  • Tahun ke-3: 1993-1994 – Remus Lupin – mengundurkan diri setelah terungkap bahwa dia adalah manusia serigala.
  • Tahun ke-4: 1994-1995 – Barty Crouch Jr. – (menjalankan misi Voldemort) menjadi guru dengan cara menyamar sebagai Alastor Moody (mantan auror dan guru yang sah) dengan cara meminum ramuan polijus. Moody yang asli dibius dengan mantera dan dikurung oleh Crouch selama setahun di dalam koper ajaib Moody sendiri. Crouch berakhir dengan mendapatkan Kecupan Dementor.
  • Tahun ke-5: 1995-1996 – Dolores Umbridge – sekaligus sebagai Asisten Menteri Sihir, sangat ketat dengan peraturan dan dekrit-(yang dibuat-buat)-nya, sempat menjadi kepala sekolah, dibawa pergi dan dibuat trauma oleh Centaurus, karena menyebut mereka sebagai “turunan-campuran-kotor”.
  • Tahun ke-6: 1996-1997 – Severus Snape – meninggalkan Hogwarts setelah membunuh Dumbledore.
  • Tahun ke-7: 1997-1998 – Amycus Carrow – mata pelarajan Pertahanan terhadap Ilmu Hitam tetap ada tetapi yang diajarkan adalah Ilmu Hitam itu sendiri.

Guru-guru Hogwarts Yang Lain

Karyawan Hogwarts yang lain

Penguji OWL (Ordinary Wizarding Level)

Staf dari Sekolah Sihir Lain

Pengajar Lain

Para Hantu

Lukisan

  • Lukisan Lain di Hogwarts
    • Nyonya Gemuk
    • Violet (kawan Nyonya Gemuk ~ berhubungan dengan lukisannya di rumah sakit St Mungo’s Hospital Untuk Penyakit dan Luka-Luka Sihir)
    • Sir Cadogan
    • Putri Duyung di Kamar Mandi Prefek
  • Lukisan di Tempat Lain
    • Elfrida Clagg (Kementrian Sihir)
    • Walburga Black (Grimmauld Place nomor 12, ibu Sirius)
    • Lukisan di kantor Perdana Menteri Muggle (“pria kecil bertampang kodok memakai wig perak panjang”)

Orde Phoenix

Selama Perang Kedua

Agen Ganda

  • Peter Pettigrew (sampai 1981, sekarang menjadi Pelahap Maut)
  • Severus Snape (sampai 1997, sekarang bergabung dengan Pelahap Maut, kesetiaannya dipertanyakan tapi tidak lagi tergabung dalam Orde Phoenix setelah membunuh Dumbledore)

Terluka Parah Akibat Perang Pertama

  • Alice Longbottom (disiksa, sekarang kehilangan ingatan dan dirawat di St. Mungo)
  • Frank Longbottom (disiksa, sekarang kehilangan ingatan dan dirawat di St. Mungo)

Meninggal di Perang Pertama

Penyihir Hitam

Pelahap Maut

Penyihir Hitam Yang Mati atau Tidak Memiliki Jiwa

Pengkhianat Pelahap Maut

Penyihir Hitam Yang Lain

Kementrian Sihir

Staf Kementerian dan Departemen

Auror

Anggota Wizengamot

Orang-Orang Yang Berhubungan Dengan Quidditch

Pemain Quidditch Hogwarts


Pemain Quidditch Internasional

Orang Lain Yang Berhubungan Dengan Quidditch

Hassan Mostafa, wasit di Final Piala Dunia Quidditch ke-422

Penyihir Terkenal

Penyihir Terkenal Yang Terdapat Dalam Cokelat Kodok

Pendiri Hogwarts

Penyihir Terkenal Lain

Keluarga Dekat Dari Karakter Utama

Penyihir yang Lain

Penyihir yang berhubungan dengan Diagon Alley, Knockturn Alley dan Hogsmeade

Penyembuh

Penulis Buku

Pemain Musik

Lain-Lain

Karakter Non-Sihir

Squib

Muggle

Karakter Lain

Peri Rumah

  • Dobby (pernah bekerja di rumah Keluarga Malfoy, sekarang di Hogwarts)
  • Hokey (Peri Rumah Hepzibah Smith)
  • Kreacher (Peri Rumah yang diwariskan Sirius kepada Harry – yang disuruh untuk bekerja dengan Peri Rumah lain di Hogwarts)
  • Winky (pernah bekerja di rumah Keluarga Crouch, sekarang di Hogwarts)

[sunting] Goblin

Modern

Masa Lalu

Raksasa

Hewan Peliharaan dan Makhluk Sihir Lainnya

Burung Hantu

  • Errol (milik Keluarga Weasley)
  • Hedwig (milik Harry Potter)
  • Hermes (milik Percy Weasley)
  • Pigwidgeon (milik Ron Weasley)
  • Burung Hantu-Elang milik Keluarga Malfoy (nama tidak diketahui)

Kucing

  • Crookshanks (milik Hermione Granger)
  • Kucing Millicent Bulstrode (nama tidak diketahui)
  • Mrs Norris (kucing Argus Filch)
  • Paws, Snowy, Tibbles dan Tufty (milik Arabella Figg)
  • Minerva McGonagall (animagus kucing)

Anjing

  • Fang (milik Hagrid)
  • Fluffy (anjing Hagrid yang berkepala tiga)
  • Ripper (milik bibi Marge)
  • Sirius Black (animagus anjing) alias Snuffles

Hewan Peliharaan dan Makhluk Lain

  • Aragog (Acromantula milik Hagrid, yang hidup di Hutan Terlarang, mati di buku ke-6)
  • Arnold (Pygmy Puff ungu milik Ginny Weasley)
  • Binky (kelinci Lavender Brown yang dimakan serigala)
  • Fawkes (burung phoenix milik Albus Dumbledore)
  • Nagini (ular milik Lord Voldemort)
  • Norbert (bayi naga milik Hagrid yang dibawa ke Rumania oleh Charlie Weasley)
  • Scabbers (tikus milih Ron Weasley, yang sebenarnya adalah animagus Peter Pettigrew)
  • Trevor (katak Neville Longbottom)
  • Buckbeak (alias Witherwings), seekor hippogriff yang pada mulanya milik Hagrid, kemudian Sirius Black, kemudian Harry yang dirawat oleh Hagrid
  • Dementor, penjaga penjara sihir Azkaban, yang sekarang menjadi pengikut Voldemort

di copy-paste dari situs lain.

       
       
       
       
       
       
       

Kategori: Uncategorized

Welcome Moto GP 2008

Maret 9, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Moto GP 2008 dimulai tanggal 10 Maret 2008 besok (Jam 01.00 WIB). Pertandingan perdana akan diselenggarakan di sirkuit Losail Qatar… Yang pertama kalinya diselenggarakan pada malam hari. Gelaran MotoGP tahun ini pasti bakal seru, karena banyak pendatang baru yang kini ikut meramaikan, seperti Andrea Dovizioso (Runner Up 250cc), Jorge Lorenzo (Winner 250cc), James Toseland (Winner Superbike), dan Alex de Angelis (3rd winner 250cc).

Kita akan lihat siapa yang akan mampu menjadi juara dunia 2008, akankah Casey Stoner lagi? Ataukah Rossi mampu menjadi juara dunia lagi setelah 2 tahun ini gagal merebut gelar juara dunia? Ataukah para pendatang baru yang akan jadi juaranya?

Nggak ada yang tahu, kita tunggu aja….

Kategori: Uncategorized