Harry Potter

harry potter dkk

Harry Potter merupakan salah satu seri novel fantasi karya J. K. Rowling dari Inggris mengenai seorang anak laki-laki bernama Harry Potter. Sejak rilis pertama novel ini, Harry Potter dan Batu Bertuah pada tahun 1997 di Inggris, buku ini telah mendapatkan ketenaran dan kesuksesan secara komersial di seluruh dunia, diangkat menjadi film, video game, dan beragam merchandise.

Latar belakang kisah ini kebanyakan berada di Sekolah Sihir Hogwarts dan berpusat pada pertarungan Harry Potter melawan penyihir jahat Lord Voldemort, yang menggunakan Ilmu Hitam untuk membunuh orang tua Harry.

Kesemua tujuh buku yang direncanakan Rowling dalam seri novel ini telah diterbitkan. Buku keenam, Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran versi asli bahasa Inggris diterbitkan pada 16 Juli 2005, sementara buku ketujuh, Harry Potter dan Relikui Kematian diluncurkan di seluruh dunia pada 21 Juli 2007 (versi terjemahan bahasa Indonesia diperkirakan akan terbit pada awal tahun 2008). Enam buku pertama dalam seri novel ini secara keseluruhan telah terjual lebih dari 325 juta kopi, dan telah diterjemahkan ke lebih dari 63 bahasa.[1][2]

Atas kesuksesan novel-novelnya ini, Rowling telah menjadi penulis terkaya sepanjang sejarah kesusasteraan.[3] Versi-versi asli dalam bahasa Inggris diterbitkan oleh penerbit Bloomsbury di Inggris Raya, Scholastic Press di Amerika Serikat, Allen & Unwin di Australia, dan Raincoast Books di Canada. Versi bahasa Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.

Lima buku pertama telah diangkat menjadi film layar lebar oleh Warner Bros. dan mendulang kesuksesan besar. Film kelima, Harry Potter and the Order of the Phoenix, mulai diambil gambarnya pada Februari 2006, dan dirilis pada 11 Juli 2007 di Amerika Serikat.

Tentang penciptaan Harry Potter

Ide tentang Harry Potter pertama kali tercetus dalam pikiran J. K. Rowling ketika menaiki kereta api dari Manchester ke London pada tahun 1990. Pada waktu itu, dia baru saja bercerai dan mengambil inisiatif untuk menjadikan Harry Potter sebagai inspirasi hidupnya. Dia menghabiskan waktu di dalam perjalanannya itu dengan memikirkan plot yang lengkap tentang ceritanya itu. Di situs webnya, Rowling menceritakan pengalamannya itu:

Harry Potter
Saya telah menulis hampir tanpa jeda sejak umur enam tapi sebelumnya saya tidak pernah merasa begitu bergairah akan suatu gagasan. Saya hanya duduk dan berpikir, selama empat jam (menunggu keterlambatan kereta api), dan semua detel bermunculan di otak saya, dan anak laki-laki ceking berambut hitam dan berkaca mata yang tidak menyadari bahwa ia adalah seorang penyihir menjadi semakin lama semakin nyata bagi saya.
Harry Potter

Pada tahun 1995, buku pertama berjudul Harry Potter and Philosopher’s Stone (diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai Harry Potter dan Batu Bertuah) selesai dibuat dan naskahnya dikirimkan ke beberapa agen. Agen kedua yang dicobanya, Christopher Little, menawari untuk mewakilinya dan mengirimkan naskah itu ke Bloomsbury. Setelah delapan penerbit lainnya menolak Philosopher’s Stone, Bloomsbury menawarkan uang muka £3.000 untuk menerbitkannya.[5]

Walaupun Rowling menyatakan bahwa ia tidak memiliki target khusus mengenai umur pembacanya ketika ia mulai menulis buku-buku Harry Potter, penerbitnya pada permulaannya telah menetapkan target pembacanya antara umur sembilan hingga sebelas.[6] Pada malam sebelum penerbitan, Joanne Rowling diminta oleh penerbitnya untuk menggunakan nama samaran yang lebih netral-jender, supaya dapat menarik anak laki-laki dalam jangkauan umur tersebut, karena mereka khawatir bahwa anak laki-laki tidak akan tertarik membaca novel yang mereka ketahui ditulis oleh seorang wanita. Ia memilih untuk menggunakan nama J. K. Rowling (Joanne Kathleen Rowling), mengambil nama neneknya sebagai nama keduanya, karena ia tidak memiliki nama tengah.[7]

Buku pertama Harry Potter diterbitkan di Britania Raya oleh Bloomsbury pada Juli 1997. Di Amerika Serikat buku ini diterbitkan oleh Scholastic pada September 1998, di mana Rowling menerima $105.000 untuk hak penerbitan Amerika Serikat — sebuah nilai yang tidak biasa bagi sebuah buku anak-anak yang dikarang oleh pengarang yang tidak dikenal (pada saat itu).[8] Khawatir bahwa para pembaca di Amerika tidak mengerti kata “philosoper” atau tidak menganggapnya sebagai tema magis (karena “Philosoper’s Stone” atau batu filsuf adalah kata dalam bidang alkimia), Scholastic bersikeras untuk mengganti nama buku itu menjadi Harry Potter and the Sorcerer’s Stone untuk pasar Amerika.

Selama hampir satu dasawarsa, Harry Potter telah mengalami kesuksesan besar, tidak hanya karena resensi yang positif dan strategi pemasaran penerbit Rowling, tetapi juga karena pembicaraan dari mulut ke mulut di antara para penggemarnya, terutama di antara para remaja laki-laki. Kalangan remaja laki-laki ini menjadi penting, karena selama bertahun-tahun kalangan ini semakin tidak tertarik dengan bacaan yang dianggap ketinggalan jaman ketimbang video game dan internet. Penerbit Rowling berhasil menangkap kegairahan di kalangan remaja laki-laki ini dan segera merilis keempat buku pertama berturut-turut secara cepat, sehingga kegairahan mereka tidak sempat meredup ketika Rowling bermaksud untuk istirahat menulis di antara rilis Harry Potter dan Piala Api dan Harry Potter dan Orde Phoenix, dan dengan segera terbentuklah grup pembaca yang loyal.[9] Seri ini juga mendapatkan para penggemar dewasa, dengan diterbitkannya dua edisi untuk setiap buku Harry Potter (di Kanada dan Britania Raya, tapi tidak di Amerika Serikat). Keduanya memiliki naskah yang sama persis, tetapi dengan sampul yang berbeda, untuk masing-masing edisi anak-anak dan dewasa.[10]

Kisah

Ringkasan plot

Untuk sinopsis per novel, lihat artikel yang relevan di masing-masing seri.

Kisah dibuka dengan perayaan tak terkendali di dunia sihir (yang biasanya merupakan komunitas yang rahasia) setelah bertahun-tahun mengalami teror oleh Lord Voldemort. Pada malam sebelumnya, Voldemort telah menemukan tempat perlindungan rahasia keluarga Potter, dan membunuh James dan Lily Potter. Namun demikian, ketika ia mengarahkan tongkat sihirnya kepada bayi mereka, Harry, kutukan pembunuh yang dikeluarkannya malah membalik kepada dirinya sendiri. Arwah Voldemort tercabik dari tubuhnya sendiri yang hancur, menghilang dari dunia sihir, tapi tidak mati. Sementara itu, satu-satunya hasil dari kutukan yang gagal itu meninggalkan bekas yang khusus di dahinya, cacat berbentuk sambaran kilat. Kekalahan misterius Voldemort memberikan Harry sebutan khusus di kalangan dunia sihir, “Anak Laki-Laki yang Bertahan Hidup”. Sebutan ini khususnya dikarenakan tidak ada penyihir yang diarah oleh Voldemort dapat bertahan hidup melawannya.

Pada malam berikutnya, seorang penyihir membawa Harry ke rumah Bibi dan Pamannya, Dursley, tempat di mana ia akan tinggal bertahun-tahun setelahnya. Keluarga Dursley adalah famili Harry yang kejam dan merupakan orang-orang non-penyihir. Mereka senantiasa berusaha menyembunyikan latar belakang Harry yang merupakan penyihir dan keturunan penyihir, dan memberinya hukuman jika terjadi kejadian-kejadian aneh.

Pada ulang tahunnya yang kesebelas, Harry mendapatkan kontak pertamanya dengan dunia sihir, ketika ia menerima surat dari Sekolah Sihir Hogwarts, yang berusaha disembunyikan oleh Paman dan Bibinya, hingga ia tidak berhasil membaca surat tersebut. Surat itu pada akhirnya dapat dibacanya setelah ia ditemui oleh Hagrid, Pengawas Binatang Liar di Hogwarts. Hagrid memberitahunya bahwa ia sesungguhnya adalah seorang penyihir, dan surat itu memberitahunya bahwa ia disediakan tempat untuk belajar di Hogwarts. Setiap jilid dari novel Harry Potter mengisahkan mengenai satu tahun kehidupan Harry, yang kebanyakan dihabiskannya dalam pelajaran di Hogwarts, di mana ia mempelajari penggunaan sihir dan membuat ramuan. Harry juga mempelajari bagaimana mengatasi rintangan-rintangan sihir, sosial, dan emosi selama masa remajanya. Dalam periode yang sama, Voldemort juga berusaha untuk kembali ke tubuh fisiknya dan mengembalikan seluruh kekuatannya, sementara Kementrian Sihir berusaha juga untuk menolak untuk mengakui adanya ancaman akan kembalinya Voldemort. Penolakan Kementerian Sihir ini kemudian menyebabkan banyak kesulitan bagi Harry Potter.

Dunia Harry Potter

Dunia sihir dalam kisah Harry Potter adalah dunia yang ada di dunia kita sekarang tapi juga sekaligus terpisah sama sekali secara sihir. Kalau diperbandingkan, dalam kisah fantasi Narnia dunia sihirnya merupakan dunia alternatif, sementara dalam Lord of the Rings Bumi-Tengah merupakan dunia mite pada masa lampau. Lingkungan sihir Harry Potter dikisahkan berada di tengah-tengah dunia kita saat ini, dengan benda-benda sihir yang mirip dengan benda-benda di lingkup non-sihir. Lembaga-lembaga dan lokasi-lokasinya pun mirip atau malah sama dengan yang berada di dunia nyata, seperti London. Lingkungan sihir sama sekali tidak dapat terlihat oleh populasi non-sihir (atau Muggle, misalnya: Keluarga Dursley).

Bakat sihir adalah kemampuan alami yang telah ada sejak lahir, tidak dapat muncul karena dipelajari. Mereka yang memiliki bakat sihir harus mengikuti pelajaran di sekolah-sekolah seperti Hogwarts untuk dapat menguasai dan mengontrolnya. Namun demikian, ada kemungkinan anak-anak yang lahir di keluarga penyihir yang hanya memiliki sedikit bakat sihir atau malah tidak ada sama sekali (disebut “Squibs“, misalnya Mrs. Figg, Argus Filch). Para penyihir belum tentu dilahirkan dalam keluarga penyihir, dan banyak dari mereka yang dilahirkan dari orang tua (para Muggle) yang sama sekali tidak mengenal sihir. Mereka yang murni berdarah penyihir seringkali tidak terbiasa dengan dunia Muggle, malah terasa lebih aneh bagi mereka ketimbang kita memandang dunia mereka. Namun demikian, dunia sihir dan elemen-elemennya yang menakjubkan itu digambarkan sebagai dunia-yang-sangat-mirip-dengan-dunia-nyata. Salah satu tema utama dalam novel ini adalah keberadaan dunia sihir dan dunia biasa; di mana para tokohnya hidup dalam lingkungan yang memiliki masalah-masalah yang “normal”, sekalipun mereka hidup di antara sihir.

Hal-hal yang berulang

Kemurnian darah (Harry Potter)
Para penyihir pada umumnya memandang Muggle dengan sikap merendahkan dan curiga, masalahnya, sikap ini menjadi kefanatikan bagi sebagian kecil penyihir. Mereka yang fanatik ini mengkotak-kotakkan diri mereka atas dasar banyaknya leluhur mereka, di mana penyihir “berdarah-murni” (mereka yang keluarganya seluruhnya adalah penyihir) dianggap sebagai yang paling tinggi, penyihir “berdarah-campuran” (mereka yang memiliki keturunan penyihir dan Muggle) pada tingkat menengah, dan “kelahiran-Muggle” (mereka yang tanpa keturunan penyihir) sebagai yang terendah. Para pendukung kemurnian-darah percaya bahwa hanya mereka yang “berdarah-murni”-lah yang berhak mengontrol dunia sihir, dan tidak menganggap bahwa penyihir “kelahiran-Muggle” sebagai penyihir yang sesungguhnya. Beberapa dari mereka bahkan bertindak terlalu jauh dengan membunuhi para “kelahiran-Muggle” supaya jangan dapat mempelajari sihir. Kebanyakan kaum fanatik ini adalah berdarah-murni, sekalipun perlu dicatat bahwa Voldemort, yang mendukung fanatisme ini, sesungguhnya adalah penyihir berdarah-campuran. Selain itu, sebenarnya hanya tinggal sedikit sekali penyihir yang benar-benar berdarah-murni, oleh karena tanpa menikah dengan populasi Muggle, para penyihir lama kelamaan akan habis. Namun demikian, banyak keluarga penyihir yang menutupi bahwa ada di antara keluarga mereka yang menikahi kaum Muggle. Salah satu contoh keluarga seperti ini adalah dalam keluarga Black.

Karakter

Gryffindor

Ravenclaw

Hufflepuff

Slytherin

Murid Hogwarts Yang Tidak Diketahui Berada Di Asrama Mana

  • Satu Angkatan Dengan Harry
  • Tidak Satu Angkatan Dengan Harry
    • Derek (seorang anak kelas satu yang menghadiri pesta natal di saat Harry kelas tiga, yang ditawari chipola oleh Dumbledore)
    • Harold Dingle
    • Emma Dobbs (Diketahui dari Topi Seleksi)
    • Patricia Stimpson (Satu angkatan dengan Fred dan George)
  • Tidak Diketahui Umurnya
    • Eloise Midgen (murid yang memiliki masalah jerawat yang gawat, beberapa kali disebutkan dalam percakapan, tapi tidak pernah benar-benar diperlihatkan)
    • Leanne (teman Katie Bell)

Murid Murid Lain Yang Disebutkan Dalam Catatan J.K Rowling

Dalam acara TV spesial yang berjudul Harry Potter and Me, J.K Rowling menunjukkan sebuah buku catatan yang berisi nama-nama murid yang satu angkatan dengan Harry. Setiap nama disertai dengan jenis kelamin, asrama, dan “status darah” (muggle, campuran, atau murni). Tetapi daftar ini bukanlah daftar yang baku, karena banyak karakter yang mengalami perubahan. Misalnya, Michael Corner dan Anthony Goldstein dalam catatan tersebut berada di asrama Hufflepuff, tapi ketika diperkenalkan pada Harry di Harry Potter and the Order of the Phoenix, keduanya adalah anak-anak Ravenclaw; bahkan Anthony Goldstein adalah salah satu prefek Ravenclaw.

Ada beberapa murid dari angkatan Harry yang disebutkan dalam buku catatan itu, tapi justru belum muncul di buku. Mereka disebutkan dalam daftar di bawah ini sebagai kelengkapan, tapi mungkin beberapa nama dan asrama mereka berubah jika/ketika mereka muncul dalam buku.

  • Stephen Cornfoot (Ravenclaw)
  • Tracey Davis (Slytherin)
  • Kevin Entwhistle (Ravenclaw)
  • Wayne Hopkins (Hufflepuff)
  • Megan Jones (Hufflepuff)
  • Su Li (Ravenclaw)
  • Isabel MacDougal (Ravenclaw, mungkin versi awal dari Morag McDougal)
  • Malone (Tidak Diketahui)
  • Rivers (Tidak Diketahui)
  • Roper (Tidak Diketahui)
  • Runcorn (Tidak Diketahui)
  • Spinks (Tidak Diketahui)

Murid-Murid Hogwarts Di Masa Lalu

Murid Dari Sekolah Sihir Lain

Guru-Guru dan Staf Hogwarts

Kepala Sekolah Hogwarts

Kepala Asrama

  • Aurora Sinistra (Guru Astronomi) – Kepala Asrama Ravenclaw
  • Minerva McGonagall (Guru Transfigurasi) – Kepala Asrama Gryffindor
  • Horace Slughorn (Guru Ramuan) – Kepala Asrama Slytherin sampai 1981; menjadi Kepala Asrama Slytherin dari 1997 (setelah Snape melarikan diri dari Hogwarts)
  • Severus Snape (Guru Ramuan/Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam) – Kepala Asrama Slytherin 1981-1997
  • Pomona Sprout (Guru Herbologi) – Kepala Asrama Hufflepuff

Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam

Selama Harry berada di sekolah, masing-masing mengajar selama satu tahun.

  • Tahun ke-1: 1991-1992 – Quirinus Quirrell – merelakan tubuhnya untuk ditempati Voldermort, mati ketika Voldermort meninggalkannya setelah bertempur dengan Harry.
  • Tahun ke-2: 1992-1993 – Gilderoy Lockhart – terkena jampi memorinya sendiri sehingga ia hilang ingatan dan sekarang berada di rumah sakit sihir St.Mungo.
  • Tahun ke-3: 1993-1994 – Remus Lupin – mengundurkan diri setelah terungkap bahwa dia adalah manusia serigala.
  • Tahun ke-4: 1994-1995 – Barty Crouch Jr. – (menjalankan misi Voldemort) menjadi guru dengan cara menyamar sebagai Alastor Moody (mantan auror dan guru yang sah) dengan cara meminum ramuan polijus. Moody yang asli dibius dengan mantera dan dikurung oleh Crouch selama setahun di dalam koper ajaib Moody sendiri. Crouch berakhir dengan mendapatkan Kecupan Dementor.
  • Tahun ke-5: 1995-1996 – Dolores Umbridge – sekaligus sebagai Asisten Menteri Sihir, sangat ketat dengan peraturan dan dekrit-(yang dibuat-buat)-nya, sempat menjadi kepala sekolah, dibawa pergi dan dibuat trauma oleh Centaurus, karena menyebut mereka sebagai “turunan-campuran-kotor”.
  • Tahun ke-6: 1996-1997 – Severus Snape – meninggalkan Hogwarts setelah membunuh Dumbledore.
  • Tahun ke-7: 1997-1998 – Amycus Carrow – mata pelarajan Pertahanan terhadap Ilmu Hitam tetap ada tetapi yang diajarkan adalah Ilmu Hitam itu sendiri.

Guru-guru Hogwarts Yang Lain

Karyawan Hogwarts yang lain

Penguji OWL (Ordinary Wizarding Level)

Staf dari Sekolah Sihir Lain

Pengajar Lain

Para Hantu

Lukisan

  • Lukisan Lain di Hogwarts
    • Nyonya Gemuk
    • Violet (kawan Nyonya Gemuk ~ berhubungan dengan lukisannya di rumah sakit St Mungo’s Hospital Untuk Penyakit dan Luka-Luka Sihir)
    • Sir Cadogan
    • Putri Duyung di Kamar Mandi Prefek
  • Lukisan di Tempat Lain
    • Elfrida Clagg (Kementrian Sihir)
    • Walburga Black (Grimmauld Place nomor 12, ibu Sirius)
    • Lukisan di kantor Perdana Menteri Muggle (“pria kecil bertampang kodok memakai wig perak panjang”)

Orde Phoenix

Selama Perang Kedua

Agen Ganda

  • Peter Pettigrew (sampai 1981, sekarang menjadi Pelahap Maut)
  • Severus Snape (sampai 1997, sekarang bergabung dengan Pelahap Maut, kesetiaannya dipertanyakan tapi tidak lagi tergabung dalam Orde Phoenix setelah membunuh Dumbledore)

Terluka Parah Akibat Perang Pertama

  • Alice Longbottom (disiksa, sekarang kehilangan ingatan dan dirawat di St. Mungo)
  • Frank Longbottom (disiksa, sekarang kehilangan ingatan dan dirawat di St. Mungo)

Meninggal di Perang Pertama

Penyihir Hitam

Pelahap Maut

Penyihir Hitam Yang Mati atau Tidak Memiliki Jiwa

Pengkhianat Pelahap Maut

Penyihir Hitam Yang Lain

Kementrian Sihir

Staf Kementerian dan Departemen

Auror

Anggota Wizengamot

Orang-Orang Yang Berhubungan Dengan Quidditch

Pemain Quidditch Hogwarts


Pemain Quidditch Internasional

Orang Lain Yang Berhubungan Dengan Quidditch

Hassan Mostafa, wasit di Final Piala Dunia Quidditch ke-422

Penyihir Terkenal

Penyihir Terkenal Yang Terdapat Dalam Cokelat Kodok

Pendiri Hogwarts

Penyihir Terkenal Lain

Keluarga Dekat Dari Karakter Utama

Penyihir yang Lain

Penyihir yang berhubungan dengan Diagon Alley, Knockturn Alley dan Hogsmeade

Penyembuh

Penulis Buku

Pemain Musik

Lain-Lain

Karakter Non-Sihir

Squib

Muggle

Karakter Lain

Peri Rumah

  • Dobby (pernah bekerja di rumah Keluarga Malfoy, sekarang di Hogwarts)
  • Hokey (Peri Rumah Hepzibah Smith)
  • Kreacher (Peri Rumah yang diwariskan Sirius kepada Harry – yang disuruh untuk bekerja dengan Peri Rumah lain di Hogwarts)
  • Winky (pernah bekerja di rumah Keluarga Crouch, sekarang di Hogwarts)

[sunting] Goblin

Modern

Masa Lalu

Raksasa

Hewan Peliharaan dan Makhluk Sihir Lainnya

Burung Hantu

  • Errol (milik Keluarga Weasley)
  • Hedwig (milik Harry Potter)
  • Hermes (milik Percy Weasley)
  • Pigwidgeon (milik Ron Weasley)
  • Burung Hantu-Elang milik Keluarga Malfoy (nama tidak diketahui)

Kucing

  • Crookshanks (milik Hermione Granger)
  • Kucing Millicent Bulstrode (nama tidak diketahui)
  • Mrs Norris (kucing Argus Filch)
  • Paws, Snowy, Tibbles dan Tufty (milik Arabella Figg)
  • Minerva McGonagall (animagus kucing)

Anjing

  • Fang (milik Hagrid)
  • Fluffy (anjing Hagrid yang berkepala tiga)
  • Ripper (milik bibi Marge)
  • Sirius Black (animagus anjing) alias Snuffles

Hewan Peliharaan dan Makhluk Lain

  • Aragog (Acromantula milik Hagrid, yang hidup di Hutan Terlarang, mati di buku ke-6)
  • Arnold (Pygmy Puff ungu milik Ginny Weasley)
  • Binky (kelinci Lavender Brown yang dimakan serigala)
  • Fawkes (burung phoenix milik Albus Dumbledore)
  • Nagini (ular milik Lord Voldemort)
  • Norbert (bayi naga milik Hagrid yang dibawa ke Rumania oleh Charlie Weasley)
  • Scabbers (tikus milih Ron Weasley, yang sebenarnya adalah animagus Peter Pettigrew)
  • Trevor (katak Neville Longbottom)
  • Buckbeak (alias Witherwings), seekor hippogriff yang pada mulanya milik Hagrid, kemudian Sirius Black, kemudian Harry yang dirawat oleh Hagrid
  • Dementor, penjaga penjara sihir Azkaban, yang sekarang menjadi pengikut Voldemort

di copy-paste dari situs lain.

       
       
       
       
       
       
       
Categories: Uncategorized | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Harry Potter

  1. iNtan cHuby

    hy hy Aq Intan dri jkt (indonesia)
    gila film ini tuzZ kerenzZ abizZ ANd seRu
    0w iya bwt daniel radclif kapan nee maen k indonesia aq tunggu loh
    aNd bwt jk rowling d tunggu n0vel berikut nya 0ce..^-^
    bwt emMa watson qmu cantik bgt s!ch is veryyyy beautiful girll
    tah’ g00d by see u ………. >,<

  2. egha_potter

    hi,,aq egha dri manado,,INdonesia

    kerennnnnn bangettttt

    hebat bsa thu smpe detail2nya,,

    lebih d kembangkan lagiiii
    cz banyak fans HP yang mo cri thu ttg itu…

    salam buat semua anak2 Harry Potter….

    Thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: