Bayang Diriku

Aku lihat bayangku memantul di danau nan bening

Kulihat wajahku yang tak lagi berseri

Awan mendung datang mengiring

Angin kencang berhembus, dan hujan mulai turun

Kubiarkan tubuhku tergeletak

Tergolek di antara rerumputan

Ditemani ratusan bunga lili

Yang seolah menari di atas kepedihanku

Dingin merasuk, menikam tubuhku

Aku seolah terpaku tak bergerak

Ketakutanku akan kesepian memuncak

Hingga aku tak tahu lagi harus berbuat apa

Kucoba buka mataku perlahan

Aku gerakkan bola mataku

Aku lihat langit di atas sana

Entah kenapa awan tak jua hilang

Mungkinkah ia tahu segalap apa mendungnya hatiku?

Entah kenapa angin tak jua berhenti berhembus

Mungkinkah ia ikut merasa sekacau apa hatiku ini?

Entah kenapa hujan tak jua reda

Mungkinkah ia turut menangis

Merasakan duka yang aku rasa saat ini?

Tiba-tiba aku merasa kuat

Aku berdiri, tegak, berjalan, dan melangkah

Lalu aku ambruk, aku terbaring, terpejam

Oh! Sesak! Sesak dadaku!

Aku serasa terhimpit ribuan gunung

Dan tak dapat lagi aku bangun

Karena aku telah menyatu

Dengan bayangku di danau ini

Categories: Puisi | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: