Aku dan Memori tentang Hujan

Ketika hujan turun di sore ini, membasahi bumiku yang gersang dan memberi kesejukan dalam diri ini. Tersirat keinginan untuk berlari kembali di tengah hujan ini, menghilangkan rasa gundah, galau atau apalah itu namanya.. kenapa? Karena hanya di tengah hujan orang tidak akan tau kamu sedang menangis kamu sedang sedih atau kamu sedang tertawa bahagia. Tak ada orang yang memperhatikanmu ketika hujan karena kamu hanya akan dianggap sebagai makhluk “tidak waras “ yang menyedihkan.

Tapi terlepas dari itu semua, hujan bagiku adalah penghapus semua perasaan di dalam hati yang mungkin akar permasalahannya sudah tak tau entah dimana. Kerinduanku akan hujan, mengisyaratkan bahwa hujan adalah bagian dari diriku. Ketika hujan datang, kusambut dia dengan senang dan gembira, sebagai bentuk rasa syukurku atas nikmat yang telah Tuhan berikan pada kami.

Dalam hujan ini aku teringat memori beberapa tahun silam, ketika semua masih berwarna merah jambu. hujan yang tak memisahkan kami seolah mengerti bagaimana perasaanku yang tak rela kehilangan seorang kekasih..🙂

Setahun kemudian, sosok itu berganti. Dan di tengah hujan pula, kenangan manis itu tercipta. Tertawa lepas, bercanda tanpa henti dan melihat jalanan yang tadinya kering sedikit demi sedikit terbasahi oleh air hujan..

Memori indah, memori yang dibuat olehnya.. sungguh tak kuasa aku menghapusnya. Segala tentang dia, kamu, aku, dan mereka yang menjadi saksi. Sulit untuk dilupakan begitu saja, namun tak pantas juga untuk dikenang. Selamanya kenangan itu akan terpendam di hati bagai kotak Pandora yang entah kapan akan terbuka dan meninggalkan bekas luka yang dalam..🙂

Mungkin kenangan itu hanya akan membuat sakit jika mengingatnya, namun melupakannya pun bukan hal yang mudah.. aku masih ingat wangi khas hujan ketika dia turun di antara kita dan memberi memori itu. memori ketika kita mampu mengenal lebih dalam lewat kata dan senyuman. Hanya hujan yang mampu menumbuhkan memori itu, namun aku tak tau apakah hujan mampu menghapus memori yang terlanjur kuat itu jika aku memintanya.

Kini, hujan hanya menemaniku sendirian, dia masih setia menurunkan air dari langit. Masih setia menebarkan wangi yang membuatku merindukannya. Kau tau kenapa aku suka hujan?? Karena aku RAINY🙂

Categories: Rak Cethooo | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Aku dan Memori tentang Hujan

  1. Bekerja dari rumah bukan lagi mitos!
    Buktikan bersama jaringan full fasilitas d’BC Network!
    http://bit.ly/v6SqWC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: