Sebuah Ungkapan dari Kesalahan

Membaca tulisan dari seorang kawan membuat hati saya tergerak. Bukan karena apa-apa, bukan karena saya sok peduli atau apa, tapi karena apa yang saya baca itu melibatkan saya di dalamnya.

Saya tak pernah tahu jika selama ini dia menyimpan sesuatu mengenai saya. Selama ini saya hanya beranggapan bahwa “this is my life, this is my love.. it’s not only me, but also him. It’s our way, not yours.”

Tapi saya keliru. Mungkin memang untuk sebagian orang (~termasuk saya~) tidak suka ikut campur urusan orang lain dan tidak suka pula orang lain terlalu banyak ikut campur urusan saya. Ternyata anggapan saya itu keliru. Di luar sana masih banyak orang yang selalu peduli dengan urusan orang. Nggak salah sih, mungkin karena orang itu punya kenangan dengan dirinya makanya dia selalu ingin tahu urusan orang itu.

Saya mengucapkan banyak terimakasih karena saya jadi mengerti apa yang selama ini ada di pikirannya, dan apa yang dia pikirkan tentang saya. Saya jadi paham tentang dia, perasaannya dan sungguh saya acungkan dua jempol saya untuknya. Saya salut, saya bangga karena dengan beraninya dia mengisahkan sesuatu hal yang membuat dia jatuh bangun dan sebagainya. Bahkan saya pun tidak yakin dapat menuliskan apa yang seperti dia tuliskan.

Saya paham, secara tidak langsung saya telah membuat dia terluka dan menangis karena hadirnya saya di antara mereka. Sungguh pun sebenarnya saya tak punya niat untuk menyakiti dia. Saya hanya menjalankan takdir yang telah digariskan Allah untuk saya. Jika saya tau dia masih berharap pada seseorang, mungkin saya tak akan mengambil langkah itu.

Ya, ini hanya satu dari sekian kesalahan saya. Karena keputusan yang saya ambil, saya menyakiti beberapa pihak. Korban perasaan dan bukan hanya satu orang yang terluka, melainkan beberapa orang. Dan sekali lagi semua karena keegoisan saya.

Saya bukanlah siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa yang sedang belajar. Belajar menata hidup, belajar dari kesalahan, belajar membenahi diri, dan mencoba menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Saya hanya bisa minta maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan yang pernah saya perbuat.

Categories: opini | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: