Amazing May

Sama sekali tak pernah terbayangkan sebelumnya, bahwa Mei ini, membuat saya takjub. Tak henti-hentinya saya bersyukur karena dilimpahi energi dan semangat berlebih🙂

Semua berawal dari niatan saya untuk menyelesaikan penelitian untuk skripsi. Sudah saya putuskan untuk memulainya pada awal bulan Mei. Jadilah saya seminggu tak pulang, bermalam di jogja, menyatu dengan pantai..

Penelitian itu pun tak semudah bayangan saya dulu. Banyak hal yang sungguh tak terduga yang mampir dalam setiap perjalanan saya. Keunikan dan kekhas an penduduk pesisir pantai membuat saya gugup. Selain itu banyak kendala yang saya hadapi ketika penelitian berlangsung. Lokasi yang saya ambil sebagai sampel penelitian ternyata daerah rawan konflik. Konflik dimulai dari bertahun-tahun yang lalu memperebutkan wilayah potensial. Potensial bagi petani, potensial bagi penambang.

Lokasi itu sudah berpuluh-puluh tahun menjadi sarana penghidupan bagi masyarakat pesisir pantai. Keahlian mereka mengolah lahan kritis tidak diragukan lagi. Lahan yang tadinya gersang dan tandus menjadi layak untuk ditanami komoditas pangan. Pertanian di wilayah ini tergolong maju, teknologi sudah berkembang pesat dan tidak kalah dengan pertanian di lahan sawah.

Unik memang melihat vegetasi hijau menutupi pasir pantai yang gersang. Namun keadaan ini terusik beberapa tahun yang lalu akibat kedatangan penambang pasir besi. Mereka yang telah mengantongi izin dari pemda mulai mengeksploitasi lahan pesisir. Hal ini menjadikan petani gerah. Sejak saat itu, mereka resmi mengibarkan bendera perang pada penambang. Berkali-kali mereka berdemo, namun tak pernah terdengar pihak pemda. Kedatangan orang luar daerah selalu dianggap sebagai ancaman bagi mereka. Hingga tak segan-segan mereka melakukan hal yang nekat.

Suatu tantangan besar bagi saya yang orang luar wilayah dapat menyatu dengan lingkungan itu. Berbekal izin penelitian dari pemda, saya menemui PPL dan ketua kelompok tani di wilayah tersebut. Oleh mereka, saya selalu disarankan untuk berhati-hati dalam bicara dan bertingkah laku. Karena salah sedikit saja ucapan saya, bisa berakibat fatal.

Seminggu saya menikmati sensasi dan suasana pantai dengan semua dinamika warganya. Saya berjumpa bermacam-macam tipikal orang, saya melihat langsung demo masyarakatnya. Semua begitu menyenangkan bagi saya.

Begitu penelitian selesai dan saya pulang, penelitian lain menanti. Saya terikat kerjasama dengan Bank Indonesia kantor perwakilan Surakarta sebagai surveyor yang bertugas mengumpulkan database UMKM di Klaten. Kebetulan saya memperoleh lokasi di sentra ikan nila. Jadilah saya seminggu bergelut dengan ikan dan tambak.

Hampir sama dengan penelitian saya di pantai, tugas saya di sini tidaklah mudah. Sangat jarang sekali pengusaha yang bersedia dimintai data. Saya menikmatinya. Saya menikmati ketika dikira tukang nawarin kredit gara-gara saya membawa nama BI. Saya menikmati ketika dikira orang jualan payung hanya karena selalu membawa payung dalam jumlah banyak (payung ini adalah ucapan terima kasih bagi para responden). Dan saya menikmati ketika diajak ‘uji nyali’ ke sebuah rumah horror oleh pak RT yang nyentrik penampilannya.

Seminggu berkutat di tambak nila telah usai. Petualangan saya tidak berhenti sampai di sini. Saya masih harus membantu penelitian dosen di wilayah Grobogan.

Every place has a special story. So do Grobogan. Responden yang harus saya cari tidak sesusah responden saya di dua tempat berbeda tadi. Saya sangat menikmati penelitian kali ini. Tantangan penelitian di sini adalah infrastruktur jalan desa yang sangat parah. Jarak tempuh Solo – Grobogan adalah 3 jam waktu normal, melewati hutan-hutan yang mengingatkan saya akan kota Medan. Jalanan yang rusak berlubang dan baru diperbaiki sangat menyita waktu perjalanan.. belum lagi jarak dari ibu kota kabupaten dengan lokasi penelitian ini memakan waktu satu jam. Aksesnya pun sangat susah. Saya mengendarai motor sendiri melewati jalan tengah sawah yang sempit dan berbatu-batu terjal. Parahnya, itu jalan satu-satunya ke desa tujuan saya.

Hampir seminggu di sana berasa hidup terisolasi. Namun saya sangat menikmatinya. Suasana pedesaan yang sangat jarang ditemui di rumah saya. Penduduk yang masih lugu dan polos, ramah dan baik hati. I’m sure i’ll miss that village.

Ketika penelitian selesai, bukan berarti pekerjaan saya usai. Begitu sampai rumah saya langsung pindah lokasi kerja di mall. Jadi penghuni cantik salah satu stand perumahan yang ikut pameran. Seminggu juga di sana, setiap hari selama 5 jam.

Tanggal 29 Mei aktivitas itu berakhir. Setiap tempat yang saya kunjungi selalu mempunyai sisi menarik untuk diceritakan. Dari anak pantai, jadi anak tambak, ke anak sawah, lalu pindah ke mall.

Sebagai penutup adalah tanggal 2-3 juni. Agenda piknik bersama kawan-kawan satu angkatan ke Pacitan. Benar-benar kombinasi sempurna antara pekerjaan yang sangat menyibukkan ditutup dengan hamparan pemandangan yang indah.

Sampai sekarang, saya selalu berfikir this is my life, this is my way. Allah always give the best for us. Something that Allah gives and it’s so mean to me is a spirit. It’s more than anything in this month. I’m proud of this. 🙂

Jangan lupa untuk selalu bersyukur.. Alhamdulillah🙂

Categories: opini | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Amazing May

  1. sukopramono

    Berpetualang,,,🙂

  2. sukopramono

    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: