Cemir

Sebenarnya sudah sejak lama aku ingin membagi kisah ini. Tentang cemir yang selalu unyu di mataku. Siapa cemir? Kenapa dia begitu istimewa? Cemir adalah seekor kucing kampung biasa.. tapi kisah hidupnya sangat tidak biasa. Dia begitu istimewa.

Ibu cemir adalah kucing kampung yang tak bertuan. Dia berkeliaran kesana kemari mencari tempat berlindung. Dia datang ke rumahku ketika malam hari dalam keadaan bunting. Dia mengeong kelaparan dan kedinginan. Karena kasihan, aku dan adikku memberinya makan dan susu. Sejak saat itulah dia setia pada kami.

Hari demi hari berlalu hingga perutnya makin besar. Tepat pada 22 Desember 2010 dia melahirkan. Tiga anak kucing yang kecil-kecil dan lucu-lucu. Anak yang pertama berwarna hitam garis-garis bercemong putih pada moncong dan dada-perutnya, aku beri nama CEMIR yang merupakan akronim dari Cemeng ireng (dalam bhs indonesia berarti anak kucing hitam). Anak kedua berwarna dominan orange garis-garis bernama CEMOR, akronim dari Cemeng Orange. Anak ketiga bernama CEMUR, akronim dari Cemeng Campur karena warnanya perpaduan antara Cemir dan Cemor.

Ketiga anak kucing ini punya kebiasaan dan sifat masing-masing. Cemir si jantan satu-satunya sangat agresif dan paling berkuasa dibandingkan anak kucing lainnya. ketika tidur aku sering usil mengambilnya dari emaknya dan dia selalu mengeong dengan keras layaknya bayi yang menangis.

Cemor si betina, dia sangat pendiam dan selalu aku juluki si tukang tidur. Di saat yang lain asyik minum susu emaknya, dia tidur. Baginya tiada yang lebih mengasyikkan dari tidur.

Cemur si betina, dia selalu pasrah akan apa yang terjadi padanya. Tak jarang dia selalu jadi korban keagresifan cemir. dia paling jarang minum susu dan sering diinjak-injak saudaranya.

Selang seminggu kelahirannya, Cemur tidak dapat bertahan. Dia jadi yang paling dulu meninggal. Sebulan selanjutnya disusul emaknya yang pergi entah kemana. Jadilah Cemir dan Cemor sendirian di rumah. Merasa senasib, mereka hidup rukun layaknya saudara. Kemana-mana bersama, makan bersama, tidur bersama, bermain bersama, sampe latihan memanjat pun bersama. Saudara yang kompak. Sifat mereka pun berbeda. Cemir tetap agresif dan cerewet sedangkan Cemor tetap Ratu Tidur dan pendiam.

Menginjak remaja, entah kenapa Cemor mendadak menghilang dari rumah. Dia tidak kembali lagi sejak saat itu. Jadilah Cemir satu-satunya yang masih tersisa. Dia tetap setia menanti Cemor pulang, menjadi kucing paling melas yang pernah kulihat.

Cemir tumbuh menjadi kucing yang sehat, ganteng, unyu dan setia sama majikan. Nih si cemir..

image

Unyu kaan?😀
Yang paling gemesin tuh moncongnya, warna putih dengan hidung pink.

Aku selalu curiga sama cemir. Sepertinya dia tahu bahasa manusia. Hmm.. setiap diajakin ngomong, dia selalu menyahut dengan ‘eong’annya. Dia kucing yang enak buat diajak curhat karena hanya Cemir yang selalu menanggapi setiap ceritaku. Hahaha..😀

Dia tak hanya pinter ngomong, dia juga ramah. Jika kebanyakan kucing takut dengan tamu yang datang ke rumah, tak demikian dengan Cemir. Ketika ada tamu atau orang asing masuk rumah, Cemir selalu mengeong seolah menyapa tamu itu. Dia tak pernah takut apapun.

Cemir tak pernah bersedih hingga aku menjumpainya sedang gelisah. Cemir jatuh cinta saudara-saudara!! Kucing betina incerannya adalah kucing kampung liar warna hitam pekat dengan kombinasi putih di perutnya. Cemir tak pernah seperti itu sebelumnya. Ketika dia minta makan tak langsung dimakannya melainkan selalu memanggil si betina pujaan hatinya. Ketika si betina pergi, Cemir selalu menurut dan ngintil di belakangnya seolah ingin menjaganya dari kucing jantan lainnya. Mungkin itu adalah cinta pertama Cemir. Hal itu berlangsung setiap hari hingga kami ketahui si kucing betina itu bunting. Hey Cemir, kau akan menjadi bapak!! \(´▽`)/

Seperti layaknya pasangan suami istri, Cemir dan betinanya semakin intens berhubungan. Cemir tetap berbagi makanan dengan betinanya. Sampai akhirnya, si betina melahirkan. Entah berapa anak kucingnya karena dia melahirkan di atap rumah kami.

Sampai suatu ketika anak hubungan Cemir dan betinanya dibawa turun ke rumah, tapi hanya satu. Anak kucing itu betina dan punya warna bulu mirip dengan cemir. Tapi tak bertahan lama, karena tak lama kemudian si kucing betina dan anaknya itu pergi lagi meninggalkan Cemir.

Hingga sekarang, Cemir lebih memilih menjadi kucing rumahan yang setia pada majikannya dan kucing yang selalu menghibur ketika majikannya sedih.

Aku yakin, bahwa kucing pun sebenarnya bisa memahami kita. bahwa Cemir adalah hewan terunyu yang pernah ada dan dia akan selalu begitu.

image

Lihatlah, gaya tidurnya kaya cicak mati😀
Kadang dia bertingkah seperti kambing yang mengembik, bukan kucing yang mengeong.
Kadang suka pura-pura jadi model foto dengan berpose di atas dedaunan yang gugur.

image

Lucunya Cemirku😀

Categories: Rak Cethooo | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: