Saatnya GAPOKTAN Berperan

Menggerakkan rakyat bangsa ini khususnya petani untuk membangun bisnis florikultura? “Ah, sulit memajukan petani di Indonesia, lantaran mental karakternya terlanjur rusak,” kata seorang teman yang ‘minimalis’. Biasanya, saat usaha masih kecil, petani/pelaku usaha kita selalu dimasalahkan kekurangan modal kerja. Begitu dipercaya mendapat pinjaman kredit, berubah menjadi konsumtif dan tidak produktif.

Pengalaman dengan bank desa di Bangladesh, Grameen Bank namanya, sang pendiri Pak Muhammad Yunus berhasil meyakinkan para nasabahnya, para ibu-ibu dan pelaku usaha bakulan di Bangladesh, bahwa masyarakat bisa diubah perilakunya tentang uang, dan dididik untuk menjadi pengusaha yang jujur, dapat dipercaya, dan mau maju. Kesadaran untuk maju itulah yang mengubah pola perilaku.

Kini, dunia tanaman hias kita disemarakkan dengan kehadiran kelembagaan masyarakat usaha florikultura, yaitu Gapoktan – gabungan kelompok tani. Sejumlah gapoktan usaha tanaman hias telah terbentuk. Sebutlah Gapoktan Sekar Indah di kota Batu, Jawa Timur. Yang terbaru, Gapoktan Bumi Botani Desa Sekar Asih, merupakan gabungan petani tanaman hias dari kota Sukabumi, Cianjur, Depok, Bogor, Jakarta, dan Tangerang. “Kami ingin maju, karena itu momentum kehadiran gapoktan akan kami jadikan wadah untuk pengembangan petani secara maksimal,” begitu kata Budiman Sanjaya SE, dan Arief Pamodya, keduanya ketua dan wakil ketua Gapoktan Bumi Botani Desa Sekar Asih.

Format organisasi usaha rakyat ini, diharapkan dapat tumbuh menjadi suatu kekuatan ekonomi rakyat yang kokoh. Sejumlah dana pinjaman bergulir pun telah digelontorkan, baik oleh pemerintah maupun badan swasta semisal PKBL Bank Mandiri sebagai bagian dari kepedulian dan tanggungjawab sosial (corporate social responsibility).
Besar harapan kita, para gapoktan itu akan menjadi cikal bakal korporasi kerakyatan, di mana nantinya kemajuan bisnis yang diperoleh memberikan manfaat yang terbanyak kepada para petani itu sendiri.

Label: Florikultura edisi No. XV/II

OPINI SAYA:

Dari artikel di atas, dapat diambil maksud bahwa sebenarnya para gapoktan itu mempunyai peranan yang sangat penting terutama dalam hal memajukan perekonomian para petani. Lewat adanya gapoktan, diharapkan para petani dapat mempunyai sebuah wadah yang mampu menampung setiap aspirasi maupun keluh kesah mereka. Lewat gapoktan inilah petani juga dapat berbagi masalah dan dapat bersama-sama menyelesaikan.

Dalam artikel di atas juga dijelaskan bahwa gapoktan yang dimaksud adalah gapoktan tanaman hias. Organisasi ini dimaksudkan agar petani tanaman hias bisa maju, berkembang, dan sukses di kemudian hari sehingga adanya gapoktan itu adalah sebagai wadah para petani tanaman hias.

Gapoktan merupakan sebuah organisasi yang beranggotakan kelompok-kelompok petani. Organisasi ini sudah cukup besar karena keanggotaan gapoktan juga sudah lumayan banyak. Sedangkan asosiasi atau korporasi dari gabungan gapoktan ini sendiri diharapkan dapat membantu petani lebih banyak dan petani mempunyai wadah yang lebih besar sehingga jaringan untuk pemasaran hasil produksi juga lebih luas, sehingga petani-petani ini dapat memperoleh hasil yang lebih besar. Namun gapoktan yang menjadi korporasi ini belum bisa dikatakan sempurna dikarenakan kurangnya kesadaran dari petani yang susah untuk diajak berfikir komersial dan rasional.

Upaya untuk penggabungan gapoktan-gapoktan ini menjadi suatu asosiasi atau korporasi, seperti pada artikel di atas, agar kemajuan bisnis yang diperoleh dapat memberikan manfaat yang terbanyak kepada para petani itu sendiri. Gapoktan tersebut didirikan karena adanya kesamaan tujuan, yakni sama-sama memperoleh keuntungan. Adanya gapoktan itu sendiri sebenarnya mempunyai dampak yang baik, terutama dalam perkembangan pertanian agar para petani juga tidak ketinggalan informasi seputar masalah di bidang pertanian.

Namun tugas gapoktan tidaklah mudah. Organisasi ini harus mampu mengubah cara pandang dari petani agar petani itu sendiri dapat memahami betapa pentingnya kebersamaan antar sesama petani agar hasil produksi pertanian dapat lebih maksimal. Gapoktan juga harus dapat mengayomi dan dapat membantu setiap permasalahan dari petani-petani.

Gapoktan yang berubah menjadi asosiasi ini diharapkan dapat memberikan penyuluhan yang lebih profesional agar petani dapat lebih maksimal dalam pengolahan dan pemanfaatan lahan untuk usahatani. Hal ini dimaksudkan agar petani juga memperoleh hasil produksi yang maksimal pula.

Asosiasi atau gabungan dari gapoktan, diharapkan mampu untuk mengembangkan kelembagaan penyuluhan, mengembangkan kelembagaan petani, menguatkan ketenagaan penyuluhan, memperbaiki sistem dan metode penyuluhan, memperbaiki penyelenggaraan penyuluhan, menguatkan dukungan teknologi pada usahatani/agribisnis di tingkat petani dan memperbaiki pelayanan teknologi dan informasi pertanian.

(tulisan diambil ketika saya semester 2)

Categories: tugas kuliah | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: