Surat untuk Kamu

Dear: Kamu yang sedang membaca tulisan ini

 

Assalamualaikum wr wb

Mungkin aneh bagi sebagian dari kamu yang membaca tulisan ini, karena mendadak memperoleh surat dariku. Ada sebagian dari kamu yang mengenalku adajuga sebagian dari kamu yang tidak mengenalku. Tapi tenang, ini bukan surat cinta, bukan surat kaleng, bukan surat ngajak tawuran dan bukan surat lamaran kerja. Surat ini hanya sedikit cerita dan sedikit panjang lebar dari apa yang ada di pikiranku saat ini. Jika kamu merasa tidak tertarik, kamu boleh menutup halaman ini.

 

Kamu, aku hanya bisa tersenyum ketika mengingatmu. Entah itu senyum manis, senyum kecut maupun senyum hambar. Kamu adalah sesuatu dalam hidupku yang tumbuh bersama ingatanku. Kamu adalah inspirasiku sekaligus perusak moodku.

 

Hey kamu, tahukah kamu bahwa selama ini aku mengagumimu dalam diamku? Selama ini aku hanya mengalah, karena aku tahu kamu tak peduli denganku. Aku hanya bisa menjadi bayangan yang terkadang menopang tubuhmu ketika kamu bersedih. Tapi ketika kamu bergembira, kamu selalu mencoba lepas dariku. Untuk itu aku hanya bisa tersenyum.

 

Aku memahamimu dengan senyumku. Ketika kamu bahagia, aku turut tersenyum bahagia untukmu. Ketika kamu bersedih dan serasa ingin menangis aku juga hanya bisa tersenyum dan mengatakan semua akan baik-baik saja.

 

Aku sama sekali tidak merasa keberatan ketika kamu menganggapku sahabatmu. Aku juga tidak masalah ketika kamu menganggap aku pengganggu kehidupanmu. Aku hanya ingin di sini, diam dalam senyumku.

 

Selama ini kamu hanya menganggap aku tidak bisa melakukan apa-apa selain diam. Tapi mari coba kita lihat. Mari kita sekedar flashback ke belakang. Coba ingat aku, sebentar saja, aku tidak memintamu untuk berlama-lama mengingatku. Aku hanya ingin mengecek, apa kamu tahu siapa aku? Silahkan dijawab dalam hati.

 

Aku, sama sekali tidak meminta belas kasihanmu. Satu yang aku mau, siapapun aku, apapun statusku, ingatlah aku dengan caramu. Seperti aku mengingatmu dengan caraku.

 

Akhir kata, siapapun kamu, semoga selalu diberi limpahan rahmat oleh-Nya, sebagai insan-Nya yang dimuliakan, memperoleh kesejahteraan dan kesuksesan di dunia maupun akhirat, dan semoga selalu dibukakan pintu hatinya untuk mau menerima kesalahan orang lain dan mampu hidup dalam Negara demokrasi.

 

Wassalamualaikum wr wb.

 

 

Tertanda

AKU

Categories: opini | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: